Intermittent fasting atau puasa berselang menjadi salah satu pola makan yang banyak dilakukan untuk membantu mengatur berat badan. Berbeda dengan diet lain, intermittent fasting lebih menekankan periode berpuasa dan periode jendela makan. Saat menjalani intermittent fasting, banyak orang memperhatikan makanan yang dikonsumsi ketika waktu makan tiba. Namun, pilihan minuman selama periode puasa juga tidak kalah penting.
Minuman yang Aman Dikonsumsi Saat Intermittent Fasting
Beberapa jenis minuman yang terlihat ringan ternyata dapat mengandung kalori tertentu yang bisa mengurangi manfaatnya. Dilansir dari The Fast 800, hanya minuman tertentu yang diperbolehkan untuk dikonsumsi saat berpuasa maupun pada jendela makan. Air putih merupakan minuman paling aman dikonsumsi selama periode puasa. Tubuh tetap membutuhkan cairan agar tetap terhidrasi, terutama ketika tidak ada asupan makanan dalam beberapa jam.
Konsumsi air yang cukup juga dapat membantu menjaga energi dan mengurangi rasa lapar yang sebenarnya muncul akibat dehidrasi. Terkadang tubuh salah mengenali sinyal haus sebagai rasa lapar. Agar tidak terasa membosankan, air putih tetap dapat diberi variasi tanpa menambah banyak kalori. Tambahan seperti irisan lemon, jeruk nipis, mentimun, atau daun mint dapat memberikan rasa segar pada air putih.
Minuman Lain yang Boleh Dikonsumsi
Bagi pencinta kopi, kopi hitam masih dapat dikonsumsi saat menjalani intermittent fasting. Kopi tanpa gula, sirup, atau tambahan susu umumnya tidak mengandung kalori signifikan sehingga tidak mengganggu periode puasa. Selain membantu meningkatkan energi, kopi juga sering dikaitkan dengan dukungan terhadap proses penurunan berat badan. Kandungan kafein di dalam kopi dapat membantu tubuh terasa lebih berenergi.
Berbagai jenis teh juga menjadi pilihan yang cocok selama intermittent fasting. Teh hitam, teh hijau, maupun teh herbal dapat dikonsumsi selama periode puasa selama tidak ditambahkan gula atau susu. Teh hijau misalnya, dikenal memiliki kandungan antioksidan yang baik bagi tubuh. Sementara itu, teh herbal dapat memberikan pilihan rasa berbeda bagi orang yang ingin menghindari kebosanan minum air putih.
Apa yang Harus Diperhatikan Saat Menjalani Intermittent Fasting
Meski terlihat sederhana, tambahan seperti madu, gula, atau susu dapat mengubah kandungan minuman tersebut. Sebaiknya teh dikonsumsi dalam kondisi tanpa tambahan saat masih berada dalam fase puasa. Ketika memasuki eating window atau jendela makan, pilihan minuman menjadi lebih fleksibel. Air putih, teh, dan kopi tetap menjadi pilihan baik, tetapi dapat dikombinasikan dengan tambahan tertentu.
Saat berada dalam jendela makan, kombucha dapat menjadi salah satu alternatif minuman. Kombucha merupakan teh fermentasi yang mengandung probiotik dan polifenol. Konsumsi kombucha dapat meningkatkan kesehatan usus dan mikrobioma sehingga membantu kesehatan pencernaan. Alasan kombucha tak boleh dikonsumsi ketika berpuasa ialah tambahan gula yang banyak.
Dampak dari Pilihan Minuman Saat Intermittent Fasting
Untuk mendapatkan hasil fermentasi yang baik, kombucha menggunakan gula dalam jumlah tidak sedikit. Bahkan saat memasuki jendela makan juga disarankan memilih kombucha dengan kandungan rendah gula. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan pilihan minuman saat menjalani intermittent fasting. Dengan memilih minuman yang tepat, kita dapat memaksimalkan manfaat dari pola makan ini dan mencapai tujuan kesehatan yang diinginkan.
Dalam jangka panjang, pola makan yang seimbang dan terstruktur dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami jenis minuman yang aman dikonsumsi saat intermittent fasting adalah langkah penting dalam mencapai kesuksesan dalam menjalankan pola makan ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-sehat/d-8543465/jangan-asal-minum-ini-5-minuman-yang-aman-dikonsumsi-saat-intermittent-fasting, without altering the facts of the original article.