Museum Tekstil Jakarta merayakan 50 tahun dengan sumbangan 114 ulos dari desainer Torang Sitorus. Pameran ‘Menjaga Warisan untuk Masa Depan’ menampilkan kekayaan budaya yang luar biasa. Torang Sitorus menyumbangkan 114 ulos antik ke Museum Tekstil, yang diterima oleh Himpunan Wastraprema dan diserahkan kepada museum. Sebanyak 12 kain dari koleksi tersebut kini melengkapi pameran wastra langka.
Ulos Antik yang Berharga
Torang Sitorus, desainer yang lahir di Tarutung pada 24 September 1977, telah mengoleksi ulos sejak usia 22 tahun. Selama lebih dari 25 tahun, ia giat meneliti dan mengembangkan teknik ulos yang ramah lingkungan, dengan sentuhan modern sehingga tampak lebih ringan, dan mudah dipadu-padankan. Salah satu ulos antik yang disumbangkan adalah Ulos Sibolang Marheter, sebuah kain tenun sederhana seluas 217 x 115 cm yang dibuat dengan teknik ikat lungsi.
Apa yang Terjadi?
Pameran ‘Menjaga Warisan untuk Masa Depan’ diresmikan pada Rabu (24/6/2026) berbarengan dengan peringatan usia emas Museum Tekstil. Pemeran tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian acara hari jadi Museum Tekstil dan Himpunan Wastraprema, berbarengan dengan perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta. Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary dan Ketua Himpunan Wastraprema Neneng Iskandar memberikan apresiasinya kepada Torang.
Mengapa dan Dampak
Pemberian ulos antik oleh Torang Sitorus sangat berharga dalam upaya memperkenalkan kepada generasi muda tentang kekayaan warisan budaya negeri ini. Pameran ‘Menjaga Warisan untuk Masa Depan’ menampilkan 50 wastra yang telah dikurasi khusus, termasuk koleksi mulai dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, para pendiri dan Ketua Umum Wastraprema hingga Tien Soeharto yang turut meresmikan Museum Tekstil pada 28 Juni 1976. Koleksi yang dipamerkan merepresentasikan keberagaman tradisi tekstil.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pameran akan berlangsung selama dua bulan. Torang Sitorus juga berencana menyumbangkan kainnya ke museum di Belanda dan Amerika Serikat. Dengan sumbangan ini, Museum Tekstil dapat terus melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Masyarakat dapat terus mengapresiasi dan mempelajari warisan budaya yang luar biasa ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-8548998/50-tahun-museum-tekstil-desainer-torang-sitorus-sumbang-114-ulos-antik, without altering the facts of the original article.