Sampah Menumpuk 6.970 Ton di Pasar Kramat Jati: 33 Truk Dikerahkan, Pramono Tegaskan Imbas Bantar Gebang
Berita Hari Ini โ 02 April 2026 | Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali menjadi sorotan publik setelah tumpukan sampah mencapai 6.970 ton atau setara dengan 410 truk tronton. Kondisi kritis ini muncul sejak 9 Maret 2026 ketika gangguan teknis menghambat pengangkutan sampah, memicu bau tidak sedap, kerusakan infrastruktur, dan keluhan luas dari pedagang serta warga sekitar.
Upaya Percepatan Penanganan
Perumda Pasar Jaya menanggapi situasi dengan menambah armada pengangkutan. Pada 30 Maret, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 13 truk tambahan. Selanjutnya, pada 31 Maret dan 1 April, Perumda Pasar Jaya mengoperasikan total 33 truk: 20 truk yang disewa dari perusahaan jasa pengangkutan (19 truk tronton 20โฏton dan satu truk tipe typher 12โฏton) serta 13 truk milik Dinas Lingkungan Hidup. Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menyatakan target penyelesaian dalam 10โ12 hari.
Rencana Pengadaan Armada Mandiri
Untuk mengurangi ketergantungan pada penyewaan, Perumda Pasar Jaya sedang memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16โฏmยณ per unit. Armada baru ini direncanakan mulai beroperasi akhir April 2026, memperkuat kemampuan internal dalam menghadapi lonjakan sampah di masa mendatang.
Inovasi Pengelolaan Sampah
Selain penambahan armada, pihak pengelola pasar mengusulkan penerapan teknologi pengolahan berkelanjutan. Uji coba thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) tengah dipersiapkan untuk mengolah sampah langsung di sumber, mengurangi volume yang harus dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) BantarโฏGebang. Pramono, Kepala Seksi Pengawasan Lingkungan DKI, menekankan bahwa penumpukan di Kramat Jati berpotensi memperparah beban BantarโฏGebang bila tidak ditangani secara cepat dan efisien.
Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Lingkungan
Gunungan sampah setinggi sekitar enam meter menimpa tembok belakang pasar, menyebabkan robohnya bagian beton dan tiang penyangga. Sisa sayuran serta buahโbuah yang menumpuk di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) turut terbawa masuk ke saluran air, mengancam kelancaran drainase dan meningkatkan risiko banjir di musim hujan.
Jalan setapak di sekitar area tersebut juga terdampak, mengganggu mobilitas warga dan anakโanak yang biasa bermain di lahan kosong sebelah TPS. Upaya penertiban melibatkan penyerokan sampah dengan kendaraan berat untuk mencegah longsor ke jalan raya.
Koordinasi Lintas Instansi
- Perumda Pasar Jaya: Penambahan 20 truk sewa, rencana armada mandiri, dan penerapan teknologi pengolahan.
- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta: Penyediaan 13 truk tambahan, dukungan logistik, dan pemantauan kualitas udara.
- Kepala Seksi Pengawasan Lingkungan (Pramono): Pengawasan dampak terhadap BantarโฏGebang dan rekomendasi kebijakan preventif.
Harapan Kedepan
Topik menegaskan bahwa langkah-langkah ini bukan sekadar respons darurat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan kombinasi armada yang memadai, teknologi modern, serta koordinasi lintas lembaga, diharapkan Pasar Induk Kramat Jati dapat kembali beroperasi normal tanpa menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.
Jika penanganan berjalan sesuai rencana, pasar diproyeksikan akan bersih kembali pada pertengahan April, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam mengatasi krisis sampah.