Plt Bupati Cilacap, Ammy Demiri, menunjukkan ketertarikan dengan produk batako FABA (Ferro Aggregate Ballast) karya narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Batako FABA merupakan hasil dari limbah batu bara yang dipadatkan menjadi paving block atau batako, dengan kekuatan yang lebih kuat daripada bata merah dan batako biasa.
Kelebihan Batako FABA
Batako FABA memiliki beberapa kelebihan, antara lain kekuatannya yang lebih kuat daripada bata merah dan batako biasa, serta kualitasnya yang jauh lebih bagus. Selain itu, harga batako FABA juga kompetitif di pasar, karena pekerjanya adalah para narapidana yang sedang dibekali keterampilan oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenpas Kemenimipas), sehingga biaya sumber daya manusia (SDM) tak sebesar pabrik-pabrik batako lainnya.
Produksi Batako FABA di Nusakambangan
Workshop batako dan paving block FABA di Nusakambangan berdiri di lahan seluas lebih dari 11.250 meter persegi. Terdapat dua mesin cetak batako dan paving block di workshop ini. Tiap mesin cetak bekerja otomatis dan manual. Sebanyak 20 napi dari Lapas Nirbaya setiap hari mampu menghasilkan 2.000 buah paving block. Sementara untuk batako yang dihasilkan 480 buah per hari. Hingga kini, workshop FABA Nusakambangan telah memproduksi 44.700 buah paving block, dari total pesanan 50.500 buah.
Rencana Penggunaan Batako FABA di Cilacap
Pemerintah Kabupaten Cilacap tengah menyusun kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) saat ini. Kemudian, penetapan hasil penyusunan dilalukan pada 2027, lalu eksekusi atas penetapan tata ruang pada 2028. Plt Bupati Cilacap, Ammy Demiri, berencana untuk menggunakan batako FABA dalam pembangunan di wilayah perkotaan Cilacap, yang akan menjadi pusat komersial dan pusat industri, beserta permukiman.
Apa Artinya Ini bagi Cilacap?
Penggunaan batako FABA di Cilacap diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pembangunan di wilayah tersebut. Selain itu, penggunaan batako FABA juga dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kemandirian narapidana di Lapas Nusakambangan. Dengan demikian, batako FABA dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan meningkatkan keterampilan narapidana.
Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam merealisasikan rencana penggunaan batako FABA di wilayah perkotaan Cilacap. Namun, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan pihak Lapas Nusakambangan, diharapkan batako FABA dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Cilacap.