Krisis air bersih yang melanda Gili Meno, Nusa Tenggara Barat (NTB), semakin parah. Warga setempat terpaksa menghabiskan hingga Rp 3 juta per bulan hanya untuk membeli air galon karena kelangkaan air bersih. Kepala Dusun Gili Meno, Masrun, mengungkapkan bahwa rata-rata warga di Gili Meno menghabiskan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan hanya untuk membeli air galon.
Warga Gili Meno Terpaksa Boros untuk Beli Air Galon
Masrun menjelaskan bahwa satu keluarga rata-rata menghabiskan 4 hingga 6 galon air sehari. Bantuan air yang disuplai oleh Pemkab Lombok Utara setiap hari tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Gili Meno. Krisis air bersih ini telah merugikan berbagai sektor, termasuk peternakan dan pariwisata. Banyak sapi milik warga yang mati akibat kekurangan air, dan sejumlah pengusaha hotel dan restoran di Gili Meno terpaksa gulung tikar karena tak mendapat air.
Solusi yang Diharapkan Warga
Masrun mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Pemerintah Provinsi NTB segera memberi solusi. Ia meminta pemerintah memasang pipa bawah laut untuk mengalirkan air dari Pulau Lombok ke Gili Meno. Menurutnya, solusi ini lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dinilai tak ramah lingkungan. Warga Gili Meno sebenarnya pernah memasang pipa bawah laut secara swadaya pada tahun 2021, namun ditolak oleh Pemkab Lombok Utara.
Dampak Krisis Air Bersih
Krisis air bersih di Gili Meno telah berdampak signifikan pada kehidupan warga setempat. Direktur Walhi NTB, Amri Nuryadin, mengungkapkan bahwa ada 267 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.000 jiwa di Gili Meno yang terdampak krisis air bersih. Ia juga menyinggung Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menekankan pemenuhan kebutuhan air sebagai tanggung jawab pemerintah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Walhi NTB bersama warga Gili Meno telah mengadukan Pemkab Lombok Utara ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mereka mendesak Kemendagri mengevaluasi Pemkab Lombok Utara atas kegagalan pemenuhan pelayanan dasar warga. Warga Gili Meno masih harus menunggu solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi krisis air bersih yang telah berlangsung lama. Krisis air bersih di Gili Meno menjadi contoh nyata kegagalan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.