Prediksi harga emas pekan ini menjadi perhatian banyak analis dan pelaku pasar. Setelah lonjakan minggu lalu, harga emas diperkirakan akan turun atau naik tergantung pada beberapa faktor. Survei emas mingguan Kitco News terbaru menunjukkan analis pesimistis terhadap harga emas setelah nada hawkish dari The Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS).
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Survei Kitco News terbaru menunjukkan bahwa 70% analis memperkirakan harga emas akan turun pekan ini. Hanya satu analis yang memprediksi harga emas naik, sedangkan tujuh lainnya memperkirakan harga emas mendatar. Sementara itu, pelaku pasar bullish dengan harga emas pekan ini, dengan 54% investor ritel memprediksi harga emas akan naik.
Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas pekan ini adalah keputusan The Fed terkait suku bunga, kesepakatan damai antara AS-Iran, dan pembelian emas berkelanjutan dari bank sentral dan Tether. Presiden Direktur Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menuturkan bahwa harga emas stabil tetapi berfluktuatif. Ia menambahkan bahwa kesepakatan damai antara AS-Iran, meski rapuh, serta pembelian emas berkelanjutan dari bank sentral dan Tether menopang harga dari level bawah.
Analisis dari Berbagai Ahli
Analis Barchart.com, Darin Newsom, memperkirakan harga emas akan turun. Ia menilai bahwa tidak ada yang berubah di pasar. David menilai bahwa bank sentral terus membeli emas, dan investor terus menjual. Inflasi masih menjadi perhatian, dengan Federal Open Market Committee (FOMC) mengisyaratkan kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026.
Presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan, memprediksi harga emas akan naik. Ia percaya penurunan harga emas terlalu berlebihan. Ia menilai bahwa banyak hal yang akan terjadi sekarang bergantung pada kesepakatan damai yang akan ditandatangani di Swiss dan detil yang akan diselesaikan dalam 60 hari ke depan.
Dampak dan Prospek Harga Emas
Dari analisis teknikal, level support yang sudah lama ada, rata-rata pergerakan 200 hari, telah bergeser menjadi resistance. Namun, agar pandangan ini terkonfirmasi, emas perlu turun di bawah US$ 4.000. Sejumlah data ekonomi akan membayangi harga emas pekan ini, termasuk pembacaan akhir Produk Domestik Bruto (PDB) dan inflasi kuartal pertama Amerika Serikat.
Dalam beberapa hari ke depan, pasar akan mengamati penjualan rumah baru untuk Mei, PDB dan inflasi AS final kuartal pertama, bersamaan dengan klaim pengangguran mingguan dan pesanan barang tahan lama Mei. Dengan demikian, harga emas pekan ini akan sangat bergantung pada keputusan The Fed dan data ekonomi yang akan dirilis.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesimpulannya, harga emas pekan ini masih memiliki prospek yang tidak pasti. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, pelaku pasar harus tetap waspada dan memantau perkembangan ekonomi dan politik global. Bagi investor, penting untuk mempertimbangkan berbagai analisis dan data sebelum membuat keputusan investasi.