22 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Krisis biaya kos di Bali makin parah, membuat pendatang lokal seperti Ardiansyah kesulitan mencari tempat tinggal. Bagaimana nasib mereka yang hijrah ke Bali dengan harapan mengubah hidup?

Krisis biaya kos di Bali semakin parah, membuat pendatang lokal kesulitan mencari tempat tinggal yang terjangkau. Ardiansyah, seorang pekerja berusia 30 tahun yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami kesulitan ini. Ia hijrah ke Bali dua tahun lalu dengan niat mengubah nasib, namun kini ia masih berbagi kamar kos dengan sepupunya.

Keterpurukan Pendatang Lokal

Ardiansyah mendapatkan pekerjaan sebagai waiter pada hari ketiga ia menginjakkan kakinya di Bali. Ia memiliki niat untuk mengubah nasib dan mengikuti sepupunya yang sudah lebih dulu menetap di Bali. Namun, uang yang dikantonginya tidak banyak, sehingga ia tidak mampu menyewa kamar kos sendiri. “Jadi waktu pertama datang itu saya tinggal bareng sepupu di kamar kosnya. Kami patungan. Hari ketiga saya dapat pekerjaan sebagai waiter. Pelan-pelan pikir saya nabung dulu biar bisa cari kamar kos sendiri,” katanya.

🔖 Baca juga:
Bupati Mitra Beri Wejangan Sebelum Lepas CPMI Sintia Gosal ke Jepang

Waktu berjalan cepat, namun Ardiansyah masih berbagi kamar kos dengan sepupunya. Ia ingin memiliki privasi dan dekat dengan tempat kerja, namun biaya kos yang tinggi membuatnya sulit. “Sudah empat bulan terakhir ini saya cari kamar kos di bawah Rp1 juta, belum dapat. Maunya tinggal sendiri, biar punya privasi dan juga dekat dari tempat kerja. Tapi, selalu penuh. Kalau pun ada, harganya di atas Rp1 juta. Bisa saja dipaksakan, tapi saya bakal nombok untuk biaya hidup lainnya, seperti makan dan bensin,” terang Ardiansyah.

Tantangan Mencari Tempat Tinggal

Yanresa Utami, seorang karyawan swasta di Jakarta, mengalami kesulitan serupa. Ia ingin menikmati slow living di Bali, namun biaya hidup yang tinggi membuatnya mengurungkan cita-citanya. Harga kamar kos di lokasi strategis dengan fasilitas standar dibanderol sampai di atas Rp 5 juta per bulan. “Untuk makan masih affordable. Tapi tempat tinggal mahal banget, dua kali lipat lebih dari Jakarta,” katanya.

Elza S, seorang pekerja berusia 35 tahun, memiliki cara unik untuk bertahan hidup di Bali. Ia bekerja di area pariwisata tersibuk, yaitu di Kuta, namun tinggal di Batu Bulan. Keuntungannya, ia dapat mengantongi gaji lebih tinggi di atas Upah Minimum Regional (UMR), namun berhemat dengan membayar kos di bawah Rp 1 juta.

🔖 Baca juga:
Pemerintah Tanggamus Luncurkan Program Keringanan Pajak 2026, Ini Rinciannya

Mengapa Krisis Biaya Kos di Bali?

Krisis biaya kos di Bali disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya permintaan akan tempat tinggal dan keterbatasan supply. Selain itu, lokasi Bali yang strategis sebagai destinasi pariwisata juga membuat biaya hidup meningkat. “Kecuali pendatang lokal yang punya banyak uang ya, mereka banyak tinggal di kos-kosan di atas Rp3 juta. Masalahnya, gaji saya ya segitu [Rp3 juta],” kata Ardiansyah.

Dampak dan Jalan Panjang

Krisis biaya kos di Bali memiliki dampak besar pada pendatang lokal yang ingin menetap di Bali. Mereka harus mencari alternatif tempat tinggal yang lebih terjangkau atau berbagi kamar kos dengan orang lain. “Nggak salah memang kalau banyak orang bilang cari kerja di Bali lebih gampang daripada cari kos,” kata Ardiansyah.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah mencari solusi untuk mengatasi krisis biaya kos di Bali. Pemerintah dan pengembang properti harus bekerja sama untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih terjangkau bagi pendatang lokal. Selain itu, pendatang lokal juga harus memiliki kesadaran untuk mencari alternatif tempat tinggal yang lebih terjangkau dan tidak bergantung pada kamar kos yang mahal.

🔖 Baca juga:
Waspada Hujan di Lampung: Prakiraan Cuaca 14 Juli 2026, Cerah Berawan tapi Berpotensi Diguyur

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c5yzk70qzn3o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *