Fiki Naki, sosok konten kreator yang dikenal luas di dunia YouTube, baru saja menorehkan babak baru dalam kariernya dengan debut akting di film Paket Santet. Pengalaman yang ia bagikan menunjukkan betapa berbeda dunia seni peran dibandingkan dengan dunia kreatif digital yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.
Perjalanan dari YouTube ke Layar Lebar
Sejak memulai kariernya, Fiki Naki telah mengasah kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Spanyol, dan bahkan bahasa daerah. Keahliannya ini menjadi daya tarik utama bagi para penonton di platform YouTube, di mana ia sering menampilkan konten interaksi spontan dengan orang asing melalui aplikasi Ome TV. Setiap video biasanya berisi percakapan yang ringan, tawa, dan tantangan bahasa, tanpa skrip tetap yang mengikat. Namun, ketika diberi kesempatan untuk berperan dalam Paket Santet, ia harus menyesuaikan diri dengan sistem produksi yang lebih terstruktur.
Menurut Fiki Naki, proses pembuatan film memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari penulisan skenario, pengarahan sutradara, hingga pengambilan gambar yang harus sesuai jadwal. âAku belum pernah membuat YouTube yang sudah dibuat ada skrip atau semacamnya lah gitu ya, yang udah ada rencananya gitu,â ujarnya saat diinterview di CGV Grand Indonesia pada 18 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa dalam dunia YouTube, ia lebih bebas berekspresi dan tidak terikat pada garis cerita yang kaku.
Perbedaan Teknis dan Kreatif
Di layar lebar, setiap gerakan dan dialog harus diselaraskan dengan arahan sutradara. Fiki Naki merasakan tekanan yang berbeda dibandingkan dengan situasi di mana ia dapat mengubah alur percakapan secara spontan. âBermain film itu sangat-sangat beda dengan aku buat YouTube. Karena juga satu, aku tuh nggak pernah buat YouTube yang sudah dibuat ada skrip atau semacamnya lah gitu ya,â kata ia. Ia menekankan bahwa proses kreatif dalam film memerlukan disiplin yang tinggi, di mana ia harus mematuhi batasan waktu, lokasi, dan karakter yang telah ditetapkan.
Selain itu, Fiki Naki juga mencatat adanya perbedaan dalam dinamika kerja. Di YouTube, ia bekerja sendiri atau dengan tim kecil yang fleksibel, sedangkan di produksi film, ia harus bekerja dengan kru profesional, termasuk sutradara, penulis skenario, dan crew teknis. âKita harus bisa bekerja sama dengan tim yang lebih besar, dan setiap keputusan harus didiskusikan terlebih dahulu,â jelasnya. Ia juga mengakui bahwa belajar mengatur emosi dan ekspresi di depan kamera yang lebih formal menjadi tantangan tersendiri.
Pengaruh Terhadap Karier Konten Kreator
Pengalaman debut akting ini tidak hanya membuka peluang baru bagi Fiki Naki, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kariernya di dunia digital. Dengan menambah portofolio yang beragam, ia dapat menarik penonton yang lebih luas, termasuk penggemar film. âAku berharap pengalaman ini bisa membuka pintu bagi kolaborasi lain, baik di industri film maupun di platform digital,â ujar Fiki. Ia juga berharap dapat memanfaatkan pengalaman aktingnya untuk menciptakan konten yang lebih kreatif dan beragam di YouTube.
Selain itu, Fiki Naki menyadari bahwa keterampilan berbahasa yang ia miliki dapat menjadi nilai tambah dalam peran-peran yang melibatkan karakter multibahasa. Ia menegaskan bahwa kemampuan tersebut akan memudahkan proses adaptasi dalam film dan juga di platform streaming internasional. âAku merasa ini memberi peluang bagi aku untuk terlibat dalam proyek yang lebih global,â tambahnya.
Harapan dan Rencana ke Depan
Setelah menyelesaikan peran di Paket Santet, Fiki Naki tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan karier di dunia perfilman. Ia mengungkapkan bahwa ia berharap dapat berkolaborasi dengan sutradara dan penulis skenario yang memiliki visi kreatif tinggi. âAku ingin mencoba peran yang menantang dan berbeda, sehingga aku bisa terus belajar dan berkembang,â ungkapnya. Ia juga berharap dapat kembali ke dunia YouTube dengan perspektif baru, yang lebih terstruktur namun tetap mempertahankan unsur spontanitas yang telah menjadi ciri khasnya.
Dalam jangka panjang, Fiki Naki menargetkan untuk menjadi jembatan antara dunia digital dan film, memanfaatkan kekuatan storytelling di kedua platform. Ia berencana untuk menulis skrip sendiri dan memproduksi konten yang menggabungkan elemen interaksi langsung dengan narasi yang terencana. âAku ingin menciptakan sesuatu yang unik, yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberi nilai tambah bagi penonton,â jelasnya.
Kesimpulan: Perubahan yang Menjadi Peluang
Debut akting Fiki Naki di Paket Santet menandai titik balik dalam kariernya. Perbedaan mendasar antara dunia YouTube dan filmâdari spontanitas hingga struktur produksiâmenjadi tantangan sekaligus peluang bagi kreator muda ini. Dengan pengalaman baru tersebut, Fiki Naki tidak hanya memperluas jangkauan kreatifnya, tetapi juga menyiapkan diri untuk meraih pencapaian yang lebih besar di masa depan. Penonton kini dapat menantikan karya-karya yang lebih beragam, baik di layar lebar maupun di platform digital, yang akan terus memukau dengan keunikan dan bakat Fiki Naki.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/showbiz/read/8273643/fiki-naki-soal-debut-akting-di-film-paket-santet-beda-banget-dengan-youtube, without altering the facts of the original article.