15 September 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Cut Off Gula Jadi Kunci Turun BB, tapi berhenti 100% bisa berbahaya bagi kesehatan. Temukan rahasia diet aman yang sering terlewatkan.

Cut Off Gula Jadi Kunci Turun BB, Dokter Gizi Ungkap Risiko Tersembunyi yang Bikin Banyak Orang Gagal

Menurunkan Berat Badan: Apakah Nol Gula Benar?

Keputusan untuk menghilangkan gula secara drastis seringkali menjadi strategi utama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Namun, langkah ini ternyata dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, khususnya ketika dilakukan tanpa pemahaman yang cukup mengenai kebutuhan nutrisi tubuh. Seorang spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa menurunkan berat badan tidak harus berarti menghentikan semua konsumsi gula. Dalam sebuah live TikTok detikHealth pada Kamis (10/9/2026), ia menegaskan bahwa “jika mau turun berat badan bukan berarti harus stop gula 100 persen, nggak ada gulanya sama sekali.”

Menurut dr Yaze, kesalahan fatal sering terjadi ketika seseorang berniat mengurangi gula pasir, tetapi tanpa menyadari bahwa mereka secara tidak sengaja menghentikan semua sumber karbohidrat dan gula alami. Ia menjelaskan contoh konkret: “Kayak misalnya nasi dia setop juga, terus ubi juga nggak dimakan, habis itu buah-buahan juga nggak dimakan. Jadi akhirnya sumber karbohidratnya nggak ada, ya sudah pasti terjadi hipoglikemia.”

Hipoglikemia, yaitu penurunan kadar gula darah di bawah batas normal, dapat memicu gejala yang berbahaya. Ketika tubuh dan otak kekurangan pasokan gizi utama, kondisi ini dapat menyebabkan pingsan tiba-tiba. “Karena kalau terjadi hipoglikemia itu bisa sampai pingsan tiba-tiba, karena kadar gula dalam darahnya tiba-tiba turun kurang dari normal,” kata dr Yaze. Ia menambahkan bahwa “itu kan berarti otak kita jadi kekurangan oksigen, jadi kekurangan nutrisi. Jadi itu yang bikin jadi lemot, susah mikir, bahkan bisa sampai pingsan.”

Risiko Hipoglikemia: Dampak pada Tubuh dan Otak

Hipoglikemia bukan sekadar rasa lemas. Ketika kadar glukosa turun drastis, otak yang bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama akan mengalami gangguan fungsi. Kondisi ini dapat memicu kelelahan, kebingungan, dan bahkan kehilangan kesadaran. Dalam konteks diet, risiko ini menjadi lebih tinggi ketika seseorang menghilangkan semua karbohidrat sekaligus, termasuk sumber alami seperti nasi, ubi, dan buah-buahan.

Dr Yaze menekankan bahwa tubuh membutuhkan asupan karbohidrat untuk menjaga keseimbangan energi. Ketika karbohidrat dihilangkan, tubuh mencoba mencari sumber energi lain, tetapi proses ini dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Akibatnya, seseorang dapat merasakan penurunan energi, kesulitan konsentrasi, dan bahkan pingsan. Hal ini menunjukkan bahwa diet yang terlalu radikal dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Strategi Diet yang Aman: Mengurangi Gula Secara Bertahap

Untuk menghindari risiko hipoglikemia, dr Yaze menyarankan pendekatan yang lebih bertahap. “Agar diet tetap aman dan terhindar dari efek samping yang membahayakan, dr Yaze menyarankan untuk mengurangi konsumsi gula secara bertahap, bukan secara mendadak.” Pendekatan ini memungkinkan tubuh beradaptasi dengan perubahan asupan gula tanpa mengalami penurunan drastis kadar glukosa.

Langkah pertama adalah mengevaluasi sumber gula dalam diet sehari-hari. Gula pasir, gula tambahan dalam minuman, dan produk olahan sering menjadi penyumbang utama gula. Mengurangi konsumsi produk-produk ini secara perlahan dapat membantu tubuh menyesuaikan diri. Selanjutnya, tetap mempertahankan asupan karbohidrat kompleks seperti nasi, ubi, dan sayuran, yang menyediakan energi berkelanjutan tanpa menyebabkan lonjakan gula darah.

Selain itu, penting untuk menjaga pola makan seimbang. Protein, lemak sehat, dan serat harus menjadi bagian integral dari setiap kali makan. Dengan cara ini, tubuh mendapatkan nutrisi lengkap tanpa harus bergantung pada gula sebagai sumber energi utama. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko hipoglikemia tetapi juga membantu menurunkan berat badan secara bertahap dan berkelanjutan.

Peran Gizi dalam Menurunkan Berat Badan yang Sehat

Menurunkan berat badan memerlukan pemahaman mendalam tentang kebutuhan gizi tubuh. Gula memang dapat meningkatkan kalori, tetapi gula alami seperti yang terdapat dalam buah dan sayuran juga menyediakan vitamin, mineral, dan serat. Oleh karena itu, menghilangkan gula sepenuhnya tidak selalu menjadi solusi terbaik untuk menurunkan berat badan.

Menurut dr Yaze, “jika mau turun berat badan bukan berarti harus stop gula 100 persen.” Fokusnya lebih pada kualitas dan kuantitas asupan gula. Mengganti gula tambahan dengan alternatif yang lebih sehat, seperti pemanis alami, dapat membantu mengurangi kalori tanpa menghilangkan nutrisi penting. Selama pola makan tetap seimbang, tubuh dapat menurunkan berat badan dengan aman dan menjaga fungsi otak serta sistem saraf.

Kesimpulan: Menetapkan Pendekatan Diet yang Realistis dan Aman

Kesimpulannya, strategi menurunkan berat badan tidak boleh melibatkan penghapusan gula secara ekstrem. Risiko hipoglikemia, pingsan, dan penurunan fungsi otak menjadi perhatian utama ketika tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup. Pendekatan bertahap, menjaga asupan karbohidrat kompleks, dan memelihara pola makan seimbang menjadi kunci untuk mencapai penurunan berat badan yang sehat.

Dengan memahami pentingnya gula dalam tubuh dan cara mengelolanya secara bertahap, individu dapat menghindari risiko kesehatan yang tersembunyi. Menurunkan berat badan menjadi proses yang lebih aman dan berkelanjutan jika didukung oleh pengetahuan gizi yang tepat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/diet/d-8662820/mau-turun-bb-wajib-cut-off-gula-dokter-gizi-beri-catatan, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *