Jordan Henderson dan Perjalanan Kariernya: Dari Sunderland, Liverpool, hingga Chelsea
Jordan Henderson dan perjalanan kariernya menjadi salah satu kisah menarik dalam sepak bola Inggris. Berawal dari klub masa kecilnya, Sunderland, Henderson berkembang menjadi gelandang penting Liverpool, kapten The Reds, pemain Timnas Inggris, hingga akhirnya kembali ke Premier League bersama Chelsea pada 2026.
Karier Henderson tidak selalu berjalan dalam satu jalur. Setelah meninggalkan Liverpool pada 2023, ia sempat bermain di Arab Saudi bersama Al-Ettifaq, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ajax di Belanda dan Brentford sebelum akhirnya bergabung dengan Chelsea.
Pada usia 36 tahun, Henderson masih menjadi bagian dari sepak bola level tertinggi. England Football mencatat bahwa ia telah mengoleksi 91 caps bersama Timnas Inggris dan menjadi pemain Inggris pertama yang tampil dalam empat edisi Piala Dunia.
Awal Karier Jordan Henderson di Sunderland
Jordan Brian Henderson lahir di Sunderland, Inggris, pada 17 Juni 1990. Kecintaannya terhadap sepak bola sudah terlihat sejak kecil. Ia berkembang melalui sepak bola akar rumput sebelum masuk ke akademi Sunderland.
Henderson kemudian mendapatkan kesempatan menembus tim utama Sunderland. Debut profesionalnya terjadi di Stamford Bridge ketika Sunderland menghadapi Chelsea pada November 2008. Saat itu, Henderson masih berusia 18 tahun.
Menariknya, pertandingan tersebut menjadi awal sekaligus bagian penting dari perjalanan panjangnya. Bertahun-tahun kemudian, Stamford Bridge justru menjadi markas klub yang ia bela setelah bergabung dengan Chelsea.
Pada awal karier seniornya, Henderson tidak langsung bermain sebagai gelandang tengah. Chelsea mencatat bahwa ia pernah bermain di posisi sayap kanan untuk Sunderland sebelum kemudian berpindah lebih ke tengah. Ia bahkan meraih penghargaan Sunderland Young Player of the Year pada 2009/2010 dan kembali mendapat penghargaan tersebut pada musim berikutnya sebagai gelandang tengah.
Henderson juga sempat menjalani masa peminjaman di Coventry City untuk mendapatkan pengalaman bermain lebih banyak.
Setelah kembali ke Sunderland, ia berkembang menjadi salah satu pemain muda yang menarik perhatian klub-klub besar Inggris.
Jordan Henderson Bergabung dengan Liverpool
Pada Juni 2011, Jordan Henderson meninggalkan Sunderland dan bergabung dengan Liverpool. Kepindahan tersebut menjadi salah satu titik terpenting dalam kariernya.
Di Liverpool, Henderson harus bersaing untuk mendapatkan tempat di lini tengah. Ia kemudian berkembang menjadi pemain reguler dan semakin dipercaya dalam skuad.
Henderson bermain bersama sejumlah pemain besar, termasuk Steven Gerrard. Hubungannya dengan Gerrard kemudian menjadi semakin menarik karena Henderson akhirnya menggantikan legenda Liverpool tersebut sebagai kapten.
Pada Juni 2015, Henderson resmi dipercaya menjadi kapten Liverpool setelah Gerrard meninggalkan klub.
Masa Keemasan Jordan Henderson di Liverpool
Periode Jordan Henderson di Liverpool mencapai puncaknya ketika klub mulai meraih berbagai trofi bergengsi.
Pada musim 2018/2019, Liverpool berhasil memenangkan UEFA Champions League. Henderson menjadi bagian dari tim yang mengalahkan Tottenham Hotspur di final.
Semusim kemudian, Liverpool memenangkan Premier League. Gelar tersebut sangat penting karena Liverpool harus menunggu selama 30 tahun untuk kembali menjadi juara liga Inggris.
Henderson menjadi kapten ketika Liverpool meraih dua trofi tersebut. Ia juga mengangkat berbagai trofi lainnya bersama klub.
Menurut Chelsea, Henderson memenangkan delapan trofi selama periode kariernya di Liverpool, termasuk Premier League dan Champions League. Trofi lainnya adalah FA Cup, dua League Cup, Community Shield, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup.
Perannya sebagai kapten membuat Henderson menjadi salah satu figur penting dalam era kesuksesan Liverpool di bawah Jurgen Klopp.
Chelsea juga mencatat bahwa ketika Liverpool memenangkan FA Cup 2022, Henderson mengangkat trofi keenamnya sebagai kapten Liverpool. Catatan tersebut menjadikannya kapten paling sukses dalam sejarah klub berdasarkan jumlah trofi yang diangkat sebagai kapten.
Meninggalkan Liverpool pada 2023
Setelah 12 tahun memperkuat Liverpool, Henderson meninggalkan Anfield pada musim panas 2023.
Ia kemudian bergabung dengan Al-Ettifaq di Liga Pro Saudi. Kepindahan tersebut menjadi pengalaman baru karena Henderson untuk pertama kalinya bermain di luar Eropa.
Di Al-Ettifaq, Henderson kembali bekerja sama dengan Steven Gerrard. Gerrard sebelumnya merupakan rekan setim sekaligus kapten Liverpool sebelum Henderson mengambil alih ban kapten The Reds.
Namun, perjalanan Henderson di Arab Saudi tidak berlangsung lama. Ia kemudian kembali ke Eropa dan bergabung dengan Ajax.
Jordan Henderson di Ajax
Setelah meninggalkan Al-Ettifaq, Henderson melanjutkan karier bersama Ajax di Belanda.
Kepindahan ke Ajax memberikan kesempatan bagi Henderson untuk kembali tampil di sepak bola Eropa. Ia juga membawa pengalaman panjang dari Premier League dan Liverpool ke dalam skuad Ajax.
Chelsea mencatat bahwa Henderson menghabiskan sekitar satu setengah musim di Belanda bersama Ajax sebelum kembali ke Inggris.
Pengalaman tersebut memperpanjang perjalanan internasional Henderson di level klub sebelum akhirnya ia kembali ke Premier League.
Kembali ke Premier League Bersama Brentford
Pada awal musim 2025/2026, Jordan Henderson kembali ke Premier League bersama Brentford.
Kembalinya Henderson ke Inggris menjadi kesempatan baginya untuk kembali tampil di kompetisi yang sudah sangat dikenalnya.
Selama musim 2025/2026, Henderson mencatat 34 penampilan bersama Brentford. Performanya membantu dirinya mendapatkan tempat dalam skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026.
Henderson juga sempat menghadapi Liverpool sebagai pemain Brentford. Pertandingan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam perjalanan kariernya setelah meninggalkan Anfield.
Jordan Henderson Bergabung dengan Chelsea pada 2026
Babak terbaru dalam perjalanan karier Jordan Henderson dimulai pada Agustus 2026.
Chelsea mengumumkan bahwa Henderson bergabung dengan status bebas transfer dan menandatangani kontrak dua tahun hingga 2028.
Kepindahan ini memiliki cerita tersendiri karena Henderson melakukan debut profesionalnya justru di Stamford Bridge pada 2008 ketika masih membela Sunderland.
Dalam wawancara dengan Chelsea, Henderson menggambarkan kepindahannya sebagai sebuah momen yang terasa seperti perjalanan penuh lingkaran. Dari pemain muda Sunderland yang pertama kali bermain di Stamford Bridge hingga menjadi pemain Chelsea, perjalanan tersebut berlangsung hampir 18 tahun.
Pada musim 2026/2027, Henderson menggunakan nomor punggung 14 di Chelsea.
Debut Jordan Henderson Bersama Chelsea
Debut Henderson bersama Chelsea sempat tertunda setelah ia mengalami cedera ketika memperkuat Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.
Chelsea mengonfirmasi bahwa Henderson mengalami patah tulang lengan ketika bersama Inggris sehingga harus menunggu sebelum menjalani pertandingan pertamanya bersama The Blues.
Ia kemudian masuk starting XI Chelsea saat menghadapi Brentford pada 18 September 2026. Pertandingan tersebut terasa spesial karena Brentford merupakan klub yang ia bela pada musim sebelumnya.
Dengan demikian, Henderson kembali ke Premier League dan memulai babak baru bersama Chelsea setelah perjalanan panjang di berbagai klub.
Perjalanan Jordan Henderson Bersama Timnas Inggris
Selain karier klub, Henderson memiliki perjalanan panjang bersama Timnas Inggris.
Ia melakukan debut internasional pada November 2010 dan telah mengoleksi 91 caps serta tiga gol untuk The Three Lions.
Henderson menjadi bagian dari skuad Inggris yang mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan final Euro 2020.
Pada Piala Dunia 2026, ia mencatat sejarah. Henderson menjadi pemain putra Inggris pertama yang tampil dalam empat edisi Piala Dunia. Ia juga menjadi pemain Inggris pertama yang tampil dalam tujuh turnamen besar.
Dalam pertandingan melawan Panama pada fase grup Piala Dunia 2026, Henderson mencatat penampilan ke-91 untuk Inggris.
Posisi dan Gaya Bermain Jordan Henderson
Jordan Henderson dikenal sebagai gelandang tengah dengan kemampuan passing, link-up play, serta pemahaman taktik yang baik.
England Football menggambarkan Henderson sebagai gelandang yang memiliki kemampuan mengoper bola, bekerja keras, dan memiliki karakter kepemimpinan.
Kemampuannya tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis. Pengalaman sebagai kapten Liverpool membuat Henderson juga dikenal sebagai pemain yang mampu memberikan arahan kepada rekan setim.
Karakter tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Henderson tetap memiliki peran penting meski usianya sudah memasuki pertengahan 30-an.
Daftar Klub yang Pernah Dibela Jordan Henderson
Sepanjang karier profesionalnya, Henderson telah memperkuat sejumlah klub.
Berikut daftar klub yang pernah dibela:
- Sunderland – klub masa kecil dan tempat Henderson memulai karier profesional.
- Coventry City – klub yang diperkuatnya dalam masa peminjaman.
- Liverpool – klub tempat ia meraih sebagian besar trofi dan menjadi kapten.
- Al-Ettifaq – klub Arab Saudi yang menjadi pengalaman pertamanya di luar Eropa.
- Ajax – klub Belanda yang menjadi tempatnya melanjutkan karier di Eropa.
- Brentford – klub yang membawanya kembali ke Premier League pada 2025.
- Chelsea – klub yang diperkuatnya mulai 2026.
Kesimpulan
Jordan Henderson dan perjalanan kariernya merupakan kisah panjang seorang pemain yang berkembang dari akademi Sunderland hingga menjadi kapten Liverpool dan pemain senior Timnas Inggris.
Kariernya dimulai di Sunderland, kemudian berlanjut ke Liverpool pada 2011. Bersama The Reds, Henderson memenangkan delapan trofi, termasuk Premier League dan UEFA Champions League. Ia juga dipercaya menjadi kapten Liverpool sejak 2015.
Setelah meninggalkan Liverpool pada 2023, Henderson menjalani pengalaman di Al-Ettifaq, Ajax, dan Brentford. Pada 2026, ia kembali menjadi bagian dari Premier League setelah bergabung dengan Chelsea dengan kontrak hingga 2028.
Di level internasional, Henderson juga mencatat sejarah dengan tampil dalam empat edisi Piala Dunia bersama Inggris. Kini, perjalanan panjangnya memasuki babak baru di Stamford Bridge, tempat ia pernah menjalani debut profesionalnya sebagai pemain Sunderland pada 2008.
penulis :nofa oktaviya