Berita Hari Ini – 04 Mei 2026 | AC Milan mengalami kemunduran dramatis usai kekalahan 2-0 melawan Sassuolo pada putaran ke-35 Serie A 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mapei itu tidak hanya mengantarkan tiga poin penting bagi rival sekota, Inter Milan, yang berhasil mengunci gelar juara, tetapi juga menempatkan Rossoneri pada posisi genting menjelang tiga laga terakhir musim ini.
Kerugian Besar dan Ancaman Gagal ke Liga Champions
Kekalahan tersebut membuat AC Milan kehilangan peluang untuk mengamankan tiket Liga Champions secara otomatis. Dengan selisih lima poin dari Como 1907 dan enam poin dari AS Roma, Milan kini harus mengumpulkan dua kemenangan dari tiga pertandingan tersisa melawan Atalanta, Genoa, dan Cagliari. Tanpa hasil maksimal, mereka berisiko terdampar di posisi ketiga atau keempat, yang masih memungkinkan masuk ke fase grup, namun dengan persaingan yang sangat ketat.
Penilaian Allegri Terhadap Penurunan Performanya
Pelatih Massimiliano Allegri tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut laga melawan Sassuolo sebagai “pertandingan terburuk tahun ini”, menambah beban mental tim yang bermain dengan hanya sepuluh pemain pada sebagian pertandingan. Allegri menyoroti statistik mengkhawatirkan: dalam paruh kedua musim, Milan mengalami lima kekalahan dari 16 laga dan gagal mencetak gol sebanyak enam kali. Data tersebut memperlihatkan kegagalan dalam konsistensi serangan serta ketidakstabilan defensif.
Namun, alih-alih memarahi pemain, Allegri memilih pendekatan yang lebih tenang. “Saya tidak mengatakan apa pun kepada para pemain karena setelah kekalahan seperti itu tidak ada gunanya,” ujarnya. “Kami akan bekerja mulai Selasa untuk mencapai tujuan kami.” Sikap ini mencerminkan kepercayaan dirinya bahwa tim masih memiliki potensi untuk bangkit jika difokuskan pada tugas berikutnya.
Strategi Menyongsong Laga Penentu
- Fokus pada Atalanta: Pertandingan pertama yang tersisa melawan Atalanta dianggap krusial. Allegri menekankan pentingnya mengamankan tiga poin di laga ini untuk memperkecil jarak dengan para pesaing.
- Perbaikan Efisiensi Serangan: Tim harus meningkatkan produksi gol, mengingat mereka gagal mencetak gol dalam enam pertandingan di paruh kedua.
- Stabilitas Defensive: Mengurangi kebobolan, terutama ketika bermain dengan jumlah pemain yang kurang, menjadi prioritas utama.
Fabio Grosso, asisten pelatih, menambahkan bahwa mentalitas tim harus kembali fokus pada satu pertandingan pada satu waktu. “Kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tetapi sekarang kami harus fokus pada Atalanta,” katanya.
Reaksi Pemain dan Dukungan Suporter
Beberapa pemain, termasuk bintang muda Christian Pulisic, mengungkapkan kekecewaan mereka atas hasil yang kurang memuaskan, namun tetap berkomitmen untuk memperbaiki performa. Suporter AC Milan juga mengekspresikan kekhawatiran mereka, namun berharap pelatih dapat memanfaatkan sisa pertandingan untuk mengamankan tempat di Liga Champions.
Langkah Selanjutnya Menuju Akhir Musim
Dengan tiga pertandingan tersisa, jadwal AC Milan menjadi tantangan sekaligus peluang. Jika mereka berhasil meraih kemenangan melawan Atalanta, serta mengumpulkan poin penuh melawan Genoa dan Cagliari, Milan dapat mengamankan posisi ketiga atau keempat. Namun, kegagalan dalam satu laga saja dapat berakibat fatal, mengingat persaingan ketat di zona Liga Champions.
Allegri tetap optimis, menekankan bahwa kerja keras selama sepuluh bulan tidak boleh sia-sia. “Jika kami lolos ke Liga Champions, kami akan melakukan pekerjaan yang baik; jika tidak, kerja keras kami selama satu musim bisa terbuang,” tegasnya. Dengan mental yang tetap tenang dan fokus pada target, AC Milan berupaya menutup musim dengan catatan yang lebih baik.