Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu predator kotak penalti terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Meski telah memasuki usia 41 tahun, megabintang Al Nassr ini membuktikan bahwa ketajamannya belum pudar dengan sukses menambah koleksi gol profesionalnya menjadi 980 gol.
Pencapaian luar biasa ini diraih dalam laga lanjutan Liga Arab Saudi yang mempertemukan Al Nassr dengan Al Diriyah pada Jumat (9/10/2026). Dalam pertandingan tersebut, Al Nassr berhasil mendominasi permainan dan menutup laga dengan kemenangan telak 3-0.
Detail Gol Bersejarah Ronaldo
Gol ke-980 milik CR7 tercipta pada menit ke-23, yang sekaligus menjadi pembuka keunggulan bagi timnya. Gol tersebut lahir dari sebuah skema serangan yang memanfaatkan ketidaksiapan lini pertahanan lawan.
Semuanya bermula dari tembakan keras yang dilepaskan oleh Kingsley Coman. Sayangnya, kiper Al Diriyah gagal mengamankan bola dengan sempurna, sehingga bola muntah jatuh tepat di hadapan Ronaldo. Tanpa membuang waktu, mantan bintang Real Madrid dan Manchester United tersebut langsung menyambar bola untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Menuju Tonggak Sejarah 1.000 Gol
Dengan torehan gol terbaru ini, Cristiano Ronaldo kini berada di ambang sejarah yang belum pernah dicapai oleh pemain mana pun sebelumnya. Ia kini hanya membutuhkan 20 gol lagi untuk mencapai angka keramat 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya.
Perjalanan menuju angka tersebut menjadi sorotan dunia, mengingat konsistensi yang ia tunjukkan di usia yang sudah tidak lagi muda. Namun, perjalanan menuju angka 1.000 ini tidak berjalan mulus tanpa hambatan opini publik.
Gelombang Kritik dan Komentar Pedas Netizen
Alih-alih mendapatkan apresiasi yang merata, pencapaian Ronaldo justru memicu perdebatan panas di media sosial. Sebagian netizen melontarkan komentar sinis terkait cara ia mencetak gol maupun performanya di lapangan.
Beberapa pengguna media sosial menuduh Ronaldo bersikap terlalu egois atau “mencuri” jatah gol dari rekan setimnya. Ada pula yang merasa bahwa gaya bermainnya sudah tidak relevan dengan dinamika sepak bola modern.
“Just hurry do it and retired, we don’t wanna see you anymore,” tulis salah satu netizen yang menyatakan kejenuhannya terhadap sosok sang pemain.
Kritik lainnya bahkan menyebutkan bahwa gol tersebut merupakan hasil dari pengambilan peluang yang seharusnya menjadi hak pemain lain. Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya polarisasi opini yang muncul setiap kali Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor.
Dukungan Tak Tergoyahkan dari Suporter Al Nassr
Di tengah badai kritik dari dunia maya, dukungan nyata justru mengalir deras dari para pendukung setia Al Nassr. Sebelum peluit pertandingan dimulai, atmosfer di stadion sudah terasa sangat emosional sebagai bentuk penghormatan kepada sang kapten.
Para suporter membentangkan sebuah spanduk raksasa yang bertuliskan “Greatness is earned”. Pesan tersebut merupakan simbol bahwa kehebatan yang dimiliki Ronaldo bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan dedikasi selama puluhan tahun.
Selain dukungan fisik di stadion, banyak pula penggemar sepak bola di media sosial yang tetap memberikan pembelaan. Mereka menyoroti bagaimana Ronaldo tetap mampu bersaing di level tertinggi meskipun usianya sudah jauh melampaui rata-rata pemain profesional lainnya. Bagi mereka, rekor gol Cristiano Ronaldo adalah bukti nyata dari mentalitas juara yang tak tertandingi.
Sumber referensi: inet.detik.com