Pesepakbola sering terlihat menyemburkan air minum yang mereka konsumsi selama pertandingan. Kebiasaan ini mungkin terlihat aneh, terutama ketika cuaca panas dan intensitas permainan tinggi. Namun, ternyata ada alasan ilmiah di balik perilaku ini. Dokter spesialis olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO, menjelaskan bahwa kebiasaan berkumur-kumur dan memuntahkan kembali cairannya dinamakan carbohydrate mouth rinse.
Apa yang Terjadi?
Kebiasaan menyemburkan air minum ini sebenarnya terkait dengan teknik carbohydrate mouth rinse. Pemain sepak bola melakukan teknik ini dengan berkumur menggunakan larutan karbohidrat atau air mineral selama 5 hingga 10 detik, lalu meludahkannya kembali tanpa menelannya. Tujuan utamanya adalah meningkatkan performa olahraga dan mengurangi rasa lelah tanpa menambah asupan kalori atau membuat perut kembung.
Menurut dr Dhika, penelitiannya mengatakan bahwa dengan melakukan kumur-kumur dengan menggunakan cairan yang mengandung karbohidrat atau gula, memang itu bisa membantu meningkatkan performa. Meskipun efeknya tidak terlalu signifikan, tapi bisa dikatakan membantu meningkatkan performa.
Mengapa dan Dampak
Mengapa pemain sepak bola melakukan teknik ini? Dr Dhika menjelaskan bahwa di rongga mulut kita ada reseptor atau struktur sel yang bisa mendeteksi adanya karbohidrat. Begitu reseptor ini kontak dengan gula, meskipun gulanya tidak ditelan, dia akan mengirimkan sinyal ke otak. Otak akan merespons dengan meningkatkan koordinasi gerak, meningkatkan semangat, meningkatkan motivasi untuk merekrut atau mengaktivasi otot yang memang diperlukan.
Dampaknya, teknik ini bisa membantu meningkatkan performa olahraga, terutama untuk olahraga yang berlangsung dalam jangka waktu tidak terlalu lama, seperti 30 sampai 60 menit. Namun, untuk olahraga yang berlangsung lama, seperti di atas 90 menit, teknik ini tidak bisa dilakukan karena memang kebutuhan untuk mengganti cadangan gula.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kebiasaan menyemburkan air minum ini mungkin masih menjadi tanda tanya bagi banyak orang. Namun, dengan memahami alasan ilmiah di balik perilaku ini, kita bisa lebih menghargai strategi yang dilakukan oleh pemain sepak bola untuk meningkatkan performa mereka. Dalam jangka panjang, teknik carbohydrate mouth rinse ini bisa menjadi salah satu strategi yang digunakan oleh atlet untuk meningkatkan prestasi mereka.
Namun, perlu diingat bahwa teknik ini tidak bisa dijadikan sebagai pengganti untuk asupan kalori yang cukup dan hidrasi yang adekuat. Pemain sepak bola masih perlu memperhatikan pola makan dan minum mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki energi yang cukup untuk bermain.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/kebugaran/d-8546018/alih-alih-menelan-mengapa-pesepakbola-sering-semburkan-air-yang-mereka-minum, without altering the facts of the original article.