Anne Purba, Vice President Corporate Communications PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengungkapkan bahwa negara maju justru memiliki orang kaya yang lebih memilih menggunakan transportasi umum. Hal ini ia sampaikan dalam segmen GoodTalk dengan Good News From Indonesia. Menurut Anne, KAI telah bertransformasi menjadi perusahaan BUMN andalan pemerintah dengan peningkatan kualitas layanan yang signifikan.
Transformasi KAI
Sebelumnya, KAI memiliki reputasi buruk dalam memberi pelayanan transportasi umum. Namun, perubahan signifikan terjadi saat KAI dipimpin Ignasius Jonan pada 2009. Pelayanan membaik, kebersihan di dalam-luar kereta terjamin, dan pemandangan penumpang bergelantungan di badan kereta sudah tidak ada lagi. Dalam dua dekade terakhir, KAI telah bertransformasi menjadi perusahaan BUMN andalan pemerintah dengan segala bentuk inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi.
Inovasi KAI
KAI telah melakukan inovasi di banyak sektor pelayanan, seperti memberi pelayanan jarak jauh melalui media sosial hingga penjualan tiket via aplikasi. Tak mengherankan, dari kualitas pelayanannya yang memudahkan membuat KAI mampu menjaring ratusan juta penumpang setiap tahunnya. KAI terus berinovasi di banyak sektor pelayanan, semisal kereta jarak jauh yang tersedia di Pulau Jawa, terdapat layanan kereta wisata Panoramic kelas eksekutif yang dimodifikasi dengan sunroof sehingga penumpang bisa melihat pemandangan lebih jelas daripada kereta biasa.
Meningkatnya Jumlah Penumpang
Tak hanya kelas eksekutif, karena kenyamanan disajikan juga di kereta ekonomi. Jika dulu penumpang berjejal bak ikan sarden hingga kepanasan, kini kereta kelas ekonomi telah dipasangkan unit pendingin udara di masing-masing kereta. Tak ayal dari peningkatan kualitas layanan ini pun berdampak dengan meningkatnya jumlah penumpang KAI tiap tahunnya. âDi 2025 kemarin sudah lebih dari 500 juta (penumpang), it means dua kali lipat dari warga Indonesia,â ucap Anne Purba.
Visi dan Misi KAI
Transportasi urban seperti LRT pun juga berkontribusi menyumbang angka penumpang bagi KAI. Menurut Anne, dalam lima tahun ke depan KAI telah merancang visi dan misi pertumbuhan agar transportasi berbasis rel bisa terus ekspansi. âSeperti LRT, urban transport dengan KRL ini juga di atas 10 persen (peningkatannya). Potensi-potensi inilah yang membuat banyak hal yang harus dilakukan oleh KAI lima tahun ke depan melalui investasi jangka panjang dan jangka pendek, karena kita melihat pertumbuhannya bertumbuh, banyak perubahan yang sangat dinamis,â kata Anne lagi.
Harapan Anne Purba
Anne sendiri berharap tantangan di masa depan bisa dituntaskan yakni melihat semua orang khususnya dari kalangan atas senantiasa menggunakan transportasi publik terutama kereta yang dioperatori PT KAI. âColumbia Universitas bilang bahwa negara yang maju bukan negara yang orang miskinnya bisa beli mobil, tetapi negara yang maju adalah negara yang orang terkayanya sekalipun mau naik transportasi publik seperti kereta api,â kata Anne. Di tengah kesadaran akan pencemaran udara dan semakin tingginya harga minyak bumi, sarana transportasi berbasis rel menawarkan solusi ramah lingkungan.
Dengan demikian, Anne pun berharap dari situ masyarakat Indonesia tersadar bahwa kereta bisa menjadi opsi terbaik untuk menjaga bumi sembari bepergian. âJadi kepada masyarakat Indonesia, pelanggan kami, bahwa naik kereta api adalah langkahmu menyelamatkan masa depan Indonesia dari polusi, sehingga jangan lupa naik kereta api ke manapun dan tinggalkan jejak karbonmu supaya kita tahu kontribusi kita untuk menyelamatkan masa depan Indonesia,â ujar Anne.
Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh KAI untuk mencapai tujuannya adalah terus meningkatkan kualitas layanan dan melakukan inovasi-inovasi yang mendukung perkembangan transportasi berbasis rel. Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, KAI diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menggunakan transportasi publik.