Bandara Maumere ditutup sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores, NTT. Penutupan bandara ini berdampak pada empat penerbangan yang dibatalkan. Gunung Lewotobi Laki-laki meletus pada Sabtu (20/6) pukul 00.00-06.00 Wita dengan tinggi kolom erupsi mencapai 300 meter.
Penutupan Bandara Maumere dan Dampaknya
Bandara Maumere ditutup sementara mulai Sabtu (20/6) hingga Minggu (21/6) pukul 06.00 Wita. Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, mengkonfirmasi bahwa penutupan bandara ini disebabkan oleh erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Akibat penutupan ini, empat penerbangan yang dibatalkan adalah Wings Air Maumere-Kupang, Kupang-Maumere, Makassar-Maumere, dan Maumere-Makassar.
Kronologi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Gunung Lewotobi Laki-laki meletus satu kali pada Sabtu (20/6) pukul 00.00-06.00 Wita dengan tinggi kolom erupsi teramati mencapai 300 meter dengan warna asap kelabu. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S Mboro, melaporkan bahwa letusan ini terjadi saat cuaca cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut dengan suhu udara berkisar 22-31 derajat Celsius. Letusan ini memiliki amplitudo 31 milimeter dan durasi 129 detik.
Mengapa Penutupan Bandara Maumere Penting dan Dampaknya
Penutupan bandara ini dilakukan sebagai langkah keselamatan untuk mencegah dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki terhadap penerbangan. Erupsi gunung berapi dapat menyebabkan abu vulkanik yang dapat membahayakan pesawat. Dengan penutupan bandara, keselamatan penumpang dan awak pesawat dapat dijamin. Dampak dari penutupan bandara ini adalah pembatalan empat penerbangan yang berpotensi mempengaruhi jadwal perjalanan penumpang. Selain itu, penutupan bandara juga dapat berdampak pada ekonomi lokal, terutama pada sektor pariwisata.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kini, pihak bandara dan maskapai penerbangan harus bekerja sama untuk mengatur ulang jadwal penerbangan dan memberikan kompensasi kepada penumpang yang terkena dampak. Sementara itu, masyarakat diharapkan untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Dengan demikian, keselamatan dan kenyamanan semua pihak dapat terjamin.