21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Pria berkebaya dalam kirab 1 Suro membuat heboh, Mangkunegaran langsung menolak izin. Apa alasan di balik keputusan ini dan bagaimana kronologi kejadiannya?

Apa yang Terjadi

Peristiwa itu pertama kali mencuat setelah akun Threads @mbulnyandul mengunggah tangkapan layar dari Instagram yang memperlihatkan tiga orang mengenakan kebaya hitam. Di antara tiga orang itu, salah satunya diduga pria. Dalam unggahan itu juga terdapat pesan yang ditujukan kepada artis Sara Wijayanto dan Gusti Sura atau GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo, kakak dari Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo putra mahkota dan memimpin Puro Mangkunegaran dengan gelar KGPAA Mangkunegara X. Gusti Sura juga menjadi ketua panitia penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran itu. Unggahan itu kemudian dibanjiri komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan tentang etika si pemilik akun yang didikaitkan dengan Sara Wijayanto itu dan warganet lain mempertanyakan aturan busana dalam kirab serta mekanisme izin yang berlaku dalam kegiatan adat tersebut. Dalam unggahan lain, beredar tanggapan dari akun yang dikaitkan dengan peserta kirab yang menyebut bahwa penggunaan kebaya telah mendapat izin dari pihak penyelenggara.

Mengapa dan Dampak

Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, namun panitia penyelenggara 1 Suro BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun. Puro Mangkunegaran menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus dalam acara tersebut. Gusti Sura menyampaikan harapan agar peringatan malam 1 Suro bisa menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya. Kejadian ini menunjukkan pentingnya memahami dan menghormati tradisi budaya. Penggunaan kebaya oleh pria dalam acara kirab 1 Suro Mangkunegaran dapat dianggap sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan norma budaya. Oleh karena itu, Puro Mangkunegaran perlu terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan tradisi budaya.

🔖 Baca juga:
Menghibur dan Bikin Ngakak, Foto-Foto Ini Menunjukkan Sisi Lain dari Kehidupan Sehari-Hari

Penyelesaian dan Harapan

Pria yang menggunakan kebaya itu sudah meminta maaf kepada masyarakat. Mangkunegaran mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti peringatan Malam 1 Suro Be 1960. Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Suro Be 1960 dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi. Puro Mangkunegaran berharap masyarakat dapat memahami dan menghormati tradisi budaya yang telah ada selama ini. Dengan demikian, acara-acara budaya dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat terus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah ada.

🔖 Baca juga:
Krisis Promotor di Indonesia Timur: Musisi Lokal Menggugat
🔖 Baca juga:
Jadwal Sinetron Hari Ini: Istiqomah Cinta Kembali Tayang Malam Ini di SCTV

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *