6 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Orangtua diingatkan melindungi anak dari DBD sebelum anak masuk sekolah tahun ajaran baru, apakah Anda tahu mengapa DBD menjadi ancaman utama bagi anak?

**Breaking News: Orangtua Diingatkan Lindungi Anak dari DBD Jelang Masuk Sekolah** **Momen Penentu di Menit Akhir** Memasuki tahun ajaran baru, orangtua biasanya sibuk menyiapkan seragam, tas, buku, hingga perlengkapan sekolah anak. Namun, ada satu hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yakni perlindungan terhadap demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, data Kementerian Kesehatan menunjukkan anak masih menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kematian akibat DBD. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berdasarkan data periode 2018-2025, sebanyak 59 persen kematian akibat DBD pada 2025 terjadi pada anak usia 0-14 tahun. Dari jumlah tersebut, 41 persen berasal dari kelompok usia 5-14 tahun. Sementara itu, kelompok usia 15-44 tahun masih menjadi penyumbang kasus DBD terbanyak atau mencapai 42 persen dari seluruh kasus pada 2025. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut dr. Ikhsanuddin Qothi, dokter sekaligus kreator konten kesehatan, masih banyak masyarakat yang menganggap DBD hanya muncul saat musim hujan. Padahal, penyakit yang disebabkan virus dengue tersebut dapat mengancam sepanjang tahun. “DBD bukan penyakit musiman. Risiko penularannya ada sepanjang tahun sehingga kewaspadaan juga harus dijaga setiap saat,” ujar dr. Ikhsan di Jakarta, Kamis (30/7/2026) **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Virus dengue memiliki empat serotipe, yakni DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Seseorang yang pernah terinfeksi satu serotipe masih berpeluang tertular serotipe lainnya. “Infeksi berikutnya bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya dengue berat. Jadi, pernah terkena DBD bukan berarti kebal,” katanya. Selain itu, nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebar virus dengue aktif menggigit pada pagi dan sore hari. Kondisi itu membuat anak berisiko terpapar saat beraktivitas, baik di rumah maupun di sekolah. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan di lingkungan rumah, tetapi juga harus diterapkan secara konsisten di sekolah. Dengan demikian, orangtua harus lebih waspada dan melindungi anak-anak mereka dari DBD. Dengan memahami risiko dan dampak DBD, kita dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/jakarta/896868/tak-cuma-seragam-dan-buku-orangtua-diingatkan-lindungi-anak-dari-dbd-jelang-masuk-sekolah, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *