**Perempuan Penyandang Disabilitas Berprestasi, Dilatih Awasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah** **Momen Penentu di Menit Akhir** Perempuan penyandang disabilitas di Sulawesi diberikan kesempatan untuk memahami proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Direktur YASMIB Sulawesi, Rosniaty Azis, membawa dampak signifikan bagi perempuan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pelatihan tersebut menggunakan perspektif gender, disabilitas, dan inklusi sosial atau Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Salah satu narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut yakni Ahmad Dedy dari PBJP Pemerintah Kota Makassar. Ia membawakan materi mengenai pengenalan dan gambaran umum pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Saya senang dapat membawakan materi ini karena pengadaan barang dan jasa perlu dipahami oleh masyarakat, terutama penyandang disabilitas,” kata Ahmad Dedy. Menurutnya, pemahaman terhadap proses pengadaan penting agar masyarakat dapat turut terlibat dalam melakukan pengawasan. Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan simulasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). “Melalui pelatihan ini, kami juga akan mensimulasikan penggunaan aplikasi SiRUP agar peserta dapat memahami tahapan dan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara lebih mudah,” ujar Ahmad. Aplikasi SiRUP adalah salah satu platform yang dapat digunakan untuk mengakses informasi mengenai rencana pengadaan pemerintah secara terbuka. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan memahami mekanisme pengadaan, perempuan penyandang disabilitas dapat ikut memastikan kebutuhan mereka terakomodasi dalam perencanaan maupun pelaksanaan program, khususnya yang berkaitan dengan layanan kesehatan reproduksi. Pengawasan partisipatif diharapkan dapat membuka ruang bagi organisasi penyandang disabilitas untuk memberikan masukan terhadap kualitas dan aksesibilitas layanan yang disediakan pemerintah. Direktur YASMIB Sulawesi, Rosniaty Azis, mengatakan pelatihan ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya pengadaan barang dan jasa yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel. “Kolaborasi antara organisasi penyandang disabilitas, pemerintah, akademisi, dan kelompok masyarakat lainnya diharapkan dapat mendorong sistem pengadaan yang lebih terbuka, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan kelompok rentan,” jelasnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pengadaan yang lebih inklusif dan transparan perlu dipahami oleh masyarakat, terutama penyandang disabilitas. Dengan memahami mekanisme pengadaan, perempuan penyandang disabilitas dapat ikut memastikan kebutuhan mereka terakomodasi dalam perencanaan maupun pelaksanaan program. Selain itu, pengawasan partisipatif juga perlu dilaksanakan untuk membuka ruang bagi organisasi penyandang disabilitas untuk memberikan masukan terhadap kualitas dan aksesibilitas layanan yang disediakan pemerintah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1845839/perempuan-penyandang-disabilitas-dilatih-awasi-pengadaan-barang-dan-jasa-pemerintah, without altering the facts of the original article.