**Bupati Jateng Lagi Terjaring OTT KPK, Luthfi Pusing dengan Keputusan KPK** **Momen Penentu di Menit Akhir** Bupati Jawa Tengah (Jateng) lagi terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Penangkapan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menambah daftar kepala daerah di Jawa Tengah yang kena OTT KPK sepanjang 2026. Hingga saat ini sudah ada total 5 bupati yang terkena OTT KPK, mulai dari Bupati Pati, Sudewo; Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq; Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman; Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; dan terakhir Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta pertama, Bupati Jateng Luthfi mengaku geram dengan keputusan KPK. Luthfi mengaku prihatin dan menyesal kasus berulang meski peringatan dan pencegahan sudah terus dilakukan. “Secara dinas, saya sebagai Gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali yang sedalam-dalamnya,” kata Luthfi dalam pertemuan di kantornya, Rabu (29/7/2026). Dia menegaskan, tugas gubernur adalah sebagai koordinator dan pengawas bagi kepala daerah. Fakta kedua, Bupati Jateng Luthfi menegaskan bahwa bupati dan wali kota memiliki kewenangan penuh terkait pengelolaan pemerintahan dan anggaran di daerahnya masing-masing. “Saya sudah melakukan beberapa banyak langkah di Jawa Tengah, mulai ikut retret, kemudian deputi pencegahan sudah kita lakukan. Kemudian bikin MOU,” ucapnya. Fakta ketiga, Luthfi mengaku belum mengetahui program apa lagi yang perlu dilakukan agar benar-benar efektif untuk menjaga integritas. “Apa lagi ya kira-kira sing urung iki (Apa lagi yang belum dilakukan?) Sudah capek, habis selesai kita kumpulin lagi, kita kumpulin lagi, tidak bisa. Semuanya ya tinggal sluman slumun slamet, sapa sing kena,” kata dia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penangkapan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menambah daftar kepala daerah di Jawa Tengah yang kena OTT KPK. Hal ini menunjukkan bahwa kasus korupsi masih marak di daerah tersebut. Luthfi mengaku prihatin dan menyesal kasus berulang meski peringatan dan pencegahan sudah terus dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh gubernur dan kepala daerah belum efektif. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Luthfi mengaku belum mengetahui program apa lagi yang perlu dilakukan agar benar-benar efektif untuk menjaga integritas. Hal ini menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait masih belum siap untuk melawan korupsi. Oleh karena itu, perlu ada upaya yang lebih serius untuk melawan korupsi dan meningkatkan integritas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1261427/luthfi-pusing-ada-bupati-di-jawa-tengah-terkena-ott-kpk-lagi, without altering the facts of the original article.