Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) dan CT ARSA Foundation baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera. Kerja sama ini menjadi kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya melalui berbagai kegiatan bakti sosial di sejumlah daerah. CT ARSA Foundation dan PDUI berencana meningkatkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan Pengurus Pusat PDUI periode 2026-2029 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6). Kesepakatan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PP PDUI, Dr. Hartati B. Bangsa, MKK., dan Head of Corporate Communication CT ARSA Foundation, Andra Lesmana. Andra mengatakan kontribusi dokter umum memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan CTARSA Foundation.
“Sesuai dengan pilar kesehatan CT ARSA Foundation, kontribusi dokter umum sangat dibutuhkan untuk berkolaborasi dengan CT ARSA Foundation dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia. Sesuai dengan konsen Ketua Yayasan CT ARSA, Ibu Anita Ratnasari Tanjung, bahwa CT ARSA terus berupaya mewujudkan kesetaraan pelayanan kesehatan yang optimal untuk masyarakat hingga pelosok negeri,” ujar Andra dalam keterangan tertulis.
Momen Penentu di Periode Kepengurusan Baru
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Pusat PDUI periode 2026-2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. dr. Slamet Budiarto, S.H., M.H.Kes. Kepengurusan baru dipimpin oleh Dr. Ardiansyah Bahar, M.K.M. sebagai Ketua Umum dan Dr. Hartati B. Bangsa, MKK. sebagai Sekretaris Jenderal bersama jajaran pengurus pusat lainnya yang akan mengemban amanah organisasi selama tiga tahun ke depan.
Rangkaian acara dibuka oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., yang hadir sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan periode kepengurusan 2026-2029 menjadi momentum untuk memperkuat posisi dokter umum sebagai tulang punggung pelayanan kesehatan primer sekaligus mitra strategis berbagai pihak, termasuk CT ARSA Foundation.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kerja sama antara PDUI dan CT ARSA Foundation diharapkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera. Dengan kontribusi dokter umum, CT ARSA Foundation dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan gratis di berbagai wilayah Indonesia. “PP PDUI berkomitmen menjadi organisasi profesi yang mampu melindungi, memberdayakan, dan memperjuangkan kepentingan dokter umum. Dengan semangat kolaborasi dan persatuan, kami ingin memastikan dokter umum memiliki posisi yang semakin kuat dalam sistem kesehatan nasional sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” kata Ardiansyah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan mengusung semangat ‘SATU IDI, SATU PDUI’, organisasi tersebut menegaskan komitmennya menjadi organisasi profesi yang adaptif dan progresif dalam memperjuangkan kepentingan dokter umum. Bahkan bisa memperkuat pelayanan kesehatan primer, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem kesehatan nasional yang tangguh, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Jalan panjang masih harus ditempuh, namun dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang teguh, PDUI dan CT ARSA Foundation optimis dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260628162548-255-1374347/pdui-perkuat-peran-dokter-umum-lewat-kerja-sama-dengan-ct-arsa, without altering the facts of the original article.