Dubes Iran Boroujerdi Kunjungi Solo: Dari Makan Gudeg, Diskusi Ekonomi, hingga Rencana Sister City Pasca Konflik
Berita Hari Ini – 02 April 2026 | Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, tiba di Solo pada Rabu, 1 April 2026, pukul 09.00 WIB. Kedatangan beliau menandai rangkaian kunjungan diplomatik yang mencakup pertemuan dengan Wali Kota Solo, Respati Ardi, serta makan siang bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di rumah pribadinya. Kunjungan ini tidak sekadar agenda formal, melainkan sarana untuk menyampaikan solidaritas Iran atas serangan yang baru-baru ini melanda negaranya serta membahas kerja sama bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, dan budaya.
Pertemuan dengan Wali Kota Solo
Di Balai Kota Solo, Boroujerdi mengungkapkan rencana menjalin kerja sama ekonomi dengan Solo. Ia menyoroti niat Iran untuk mengembangkan hubungan dagang, meningkatkan investasi, serta menjajaki kemungkinan penetapan status “sister city” antara Surakarta dan salah satu kota di Iran yang sebanding dalam hal populasi, potensi ekonomi, serta warisan budaya.
Respati Ardi menanggapi dengan menyatakan kesiapan Solo menerima tamu dari manapun, serta menekankan pentingnya nilai perdamaian yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. “Kami prihatin dengan setiap nyawa yang hilang dalam konflik, dan kami berdoa agar perang segera berakhir,” ujar Respati.
- Bidang kerja sama yang diusulkan: perdagangan, pariwisata, sejarah, dan budaya.
- Target kunjungan tim Kedutaan Iran ke kota-kota Iran yang potensial sebagai sister city.
- Rencana peluncuran program pariwisata setelah konflik berakhir, diproyeksikan 50.000 wisatawan Iran per bulan.
Pertemuan dengan Presiden Jokowi
Setelah pertemuan di Balai Kota, Boroujerdi melanjutkan agenda ke rumah pribadi Jokowi di Jalan Kutai Utara, Surakarta. Dalam suasana informal, Presiden Jokowi menyampaikan rasa hormatnya terhadap keteguhan Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasional. Ia juga menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran yang terdampak oleh serangan militer Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari 2026.
Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mengupayakan perdamaian dan stabilitas kawasan. Ia menambah bahwa Indonesia siap menjadi mediator yang konstruktif serta mendukung upaya Iran dalam mengembalikan keamanan dan kesejahteraan bagi warganya.
Rencana Kerja Sama Ekonomi dan Sister City
Menurut Boroujerdi, penetapan sister city akan difokuskan pada tiga pilar utama: sejarah, pariwisata, dan budaya. Tim kedutaan telah ditugaskan untuk meneliti kota-kota Iran yang memiliki kesamaan demografis dan potensi ekonomi dengan Solo. “Insyaallah, setelah konflik selesai, kami akan mengaktifkan kerja sama ini,” ujarnya.
Selain itu, Boroujerdi menyoroti peluang investasi di sektor energi, pertanian, serta industri kreatif. Ia menekankan bahwa hubungan ekonomi yang kuat dapat menjadi landasan bagi pertukaran budaya yang lebih intensif, termasuk festival kuliner bersama, pertukaran mahasiswa, serta program pelatihan tenaga kerja.
Reaksi Masyarakat dan Harapan Masa Depan
Wali Kota Respati menambahkan bahwa bila penerbangan internasional dibuka kembali, penerbangan pertama yang diharapkan adalah menuju Indonesia, menandakan potensi peningkatan konektivitas udara antara kedua negara. Ia juga menyatakan bahwa organisasi bisnis lokal seperti KADIN, PHRI, HIPMI, dan Gekraf siap berkolaborasi dalam merumuskan kesepakatan ekonomi pasca konflik.
Masyarakat Solo, yang terkenal dengan kuliner gudegnya, menyambut hangat kunjungan Boroujerdi. Acara makan siang bersama Jokowi menjadi simbol persahabatan yang melampaui sekadar agenda diplomatik, sekaligus memperlihatkan kehangatan budaya Jawa dalam menyambut tamu internasional.
Secara keseluruhan, kunjungan ini menegaskan komitmen Iran untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, khususnya melalui kerjasama ekonomi, pertukaran budaya, dan inisiatif sister city yang diharapkan dapat terwujud setelah situasi geopolitik membaik. Masyarakat Solo dan pemerintah daerah siap menyambut peluang baru yang akan memperkaya kedua belah pihak.
Dengan harapan perang di Timur Tengah dapat segera berakhir, kedua negara menatap masa depan yang lebih stabil, produktif, dan bersahabat.