Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifPresiden Prabowo Subianto menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5% per tahun, namun tidak diiringi dengan penurunan jumlah penduduk miskin. Sebaliknya, jumlah penduduk miskin justru bertambah, sementara kelas menengah yang sebelumnya lepas dari kemiskinan mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan dalam sistem ekonomi yang perlu segera dibenahi.
Pertumbuhan Ekonomi yang Tidak Merata
Menurut Prabowo, secara teori, pertumbuhan ekonomi sekitar 5% setiap tahun selama tujuh tahun seharusnya menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan. “Selama tujuh tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5 persen tiap tahun. Tujuh tahun kali lima, berarti 35 persen pertumbuhannya. Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35 persen,” kata Prabowo saat penuturan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Namun, data yang diterima menunjukkan kondisi yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum mampu dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. “Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah. Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan, turun,” jelasnya.
Mengapa dan Dampaknya
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa hasil pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh kelompok tertentu. Fenomena itu menunjukkan adanya persoalan dalam sistem ekonomi yang perlu segera dibenahi. Pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan dan memperluas manfaat pertumbuhan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru. Sistem ini keliru karena apa, kalau orang miskin tambah, yang menengah juga berkurang, berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang,” kata Prabowo.
Pemerintahan yang dipimpinnya akan berupaya memperbaiki berbagai kebijakan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih adil dan merata oleh masyarakat. Cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh rakyat sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara adil dan merata.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan dan memperluas manfaat pertumbuhan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Ini yang saya yakini dan ini yang akan saya kerjakan, untuk saya penuhi sumpah saya kepada rakyat untuk menjaga kepentingan rakyat sesuai dengan sumpah saya waktu saya dilantik,” ujar dia.
Kesimpulannya, pertumbuhan ekonomi 5% yang tidak diiringi dengan penurunan jumlah penduduk miskin menunjukkan adanya persoalan dalam sistem ekonomi yang perlu segera dibenahi. Pemerintahan Prabowo akan berupaya memperbaiki berbagai kebijakan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih adil dan merata oleh masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/7944026/prabowo-ekonomi-tumbuh-5-tapi-penduduk-miskin-bertambah, without altering the facts of the original article.