Apa yang Terjadi pada Jembatan Peusangan Selatan?
Jembatan Peusangan Selatan adalah salah satu dari 13 jembatan di Kabupaten Bireuen yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Delapan di antaranya merupakan jembatan rangka baja, sedangkan lima lainnya jembatan gantung. Derasnya arus banjir bandang menggerus pondasi jembatan hingga putus, sehingga menyebabkan sebagian besar badan jembatan ambruk ke aliran sungai. Hanya sebagian struktur yang tersisa di sisi Desa Ule Jalan. Jembatan ini juga menjadi satu-satunya jembatan rangka baja terdampak bencana di Kabupaten Bireuen yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh.
Dampak Kerusakan Jembatan Peusangan Selatan
Kerusakan jembatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Putusnya akses penghubung antarwilayah menghambat mobilitas warga, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan. Ratusan siswa dan guru dari Desa Ule Jalan terpaksa menggunakan rakit sederhana maupun perahu motor untuk menyeberangi sungai setiap hari agar dapat mencapai sekolah. Salah satu warga, Fauzi Doklip, mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari sejak jembatan tersebut rusak. “Untuk mengantar anak ke sekolah maupun ke tempat pengajian di Darul Aman, kami terpaksa menggunakan getek. Begitu juga untuk keperluan lainnya. Kalau ingin ke Bireuen atau Matang Geulumpang Dua, kami juga harus menyeberang dengan getek,” kata Fauzi.
Mengapa Pembangunan Jembatan Peusangan Selatan Penting?
Pembangunan kembali Jembatan Peusangan Selatan penting karena jembatan ini merupakan akses utama bagi masyarakat. Dengan kerusakan jembatan, distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat juga tersendat karena kendaraan tidak lagi dapat melintasi jembatan yang sebelumnya menjadi salah satu akses utama di kawasan tersebut. Menurut Fadhli, penanganan kawasan terdampak dilakukan secara bertahap. Selain pembangunan kembali jembatan, pemerintah juga menyiapkan penanganan tebing sungai yang tergerus banjir di sekitar lokasi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah Provinsi Aceh masih memiliki pekerjaan rumah yang panjang dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Namun, dengan dimulainya penyusunan DED untuk pembangunan kembali Jembatan Peusangan Selatan, diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam memulihkan akses dan mobilitas masyarakat. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka dapat terpenuhi selama proses pemulihan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal dan aman.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://nasional.tempo.co/read/2110238/lanjutkan-evaluasi-lapangan-satgas-prr-pemprov-aceh-siapkan-ded-jembatan-peusangan-selatan, without altering the facts of the original article.