7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Bayi meninggal di RSUD Putussibau setelah operasi sesar darurat yang dinilai lambat dan sempat kekurangan obat. Apa kronologi sebenarnya?

Fakta Kasus Bayi Meninggal di RSUD Putussibau yang Viral

Kasus bayi meninggal di RSUD Putussibau menjadi perhatian publik setelah orang tua bayi tersebut mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pelayanan rumah sakit. Bayi tersebut meninggal dunia pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 16.12 WIB, setelah mendapat penanganan medis dari petugas di ruangan NICU. Orang tua bayi, Susanto dan Vetronela Susi, merasa bahwa penanganan operasi sesar darurat berlangsung lambat dan obat kejang phenobarbitol sempat tidak tersedia.

Kronologi Kejadian

Susanto menceritakan bahwa pada Jumat, 19 Juni 2026, sekitar pukul 23.30 WIB, dirinya membawa istri ke rumah sakit setelah berkonsultasi ke apotik bahwa harus melahirkan secara sesar dan menurut dokter, kondisi bayi dalam kandungan sehat. Saat tiba di rumah sakit, kondisi istrinya sudah darurat mau melahirkan dan sempat dirawat inap sambil menunggu jadwal operasi dari dokter. Susanto merasa bahwa istrinya diutamakan untuk mendapatkan penanganan pelayanan operasi, karena sudah kondisi darurat. Namun, infus tidak jalan dan perawat bilang tidak apa-apa, meskipun kondisi sudah darurat.

Momen Penentu di Menit Akhir

Ibu bayi, Vetronela Susi, menambahkan bahwa dirinya masuk dalam ruangan tunggu operasi pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 12.40 siang, dan operasi sekitar 16.53 WIB. Pada pukul 17.17 WIB sore, bayi keluar dalam kondisi lemah dan tidak bersuara sekitar 15 menit, sehingga dilarikan ke ruangan NICU. Setelah itu, ada perubahan kondisi bayi. Susanto dan Vetronela Susi merasa bahwa pelayanan rumah sakit tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan menyebabkan kematian bayi mereka.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kematian bayi di RSUD Putussibau menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Orang tua bayi berharap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menghindari kejadian serupa di masa depan. RSUD Putussibau menegaskan bahwa pelayanan sudah sesuai SOP, namun kasus ini tetap menjadi perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus bayi meninggal di RSUD Putussibau masih harus ditindaklanjuti dan menjadi perhatian publik. Orang tua bayi berharap bahwa keadilan dapat ditegakkan dan rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia dan bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://pontianak.tribunnews.com/kalbar/1177221/fakta-kasus-bayi-baru-lahir-meninggal-di-rsud-putussibau-yang-viral-di-medsos, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *