**Gekrafs Jatim Dorong Tata Kelola Wisata yang Profesional, Menghadapi Kasus Korupsi di KBS** **Pembuka** Kasus korupsi yang terjadi di Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Gekrafs Jatim, sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, telah menyampaikan pendapat mereka tentang kasus ini. **Momen Penentu di Menit Akhir** Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur, Rian Septrianto Maulana, menyampaikan keprihatinan atas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di KBS. Khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan pakan satwa. “Kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi di Kebun Binatang Surabaya. Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas, transparan, serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Cak Rian, Jumat (24/7/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Rian, Kebun Binatang Surabaya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan salah satu ikon Kota Surabaya yang memiliki nilai sejarah, edukasi, konservasi, sekaligus menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Timur. “Kepercayaan publik merupakan fondasi utama bagi kemajuan sektor pariwisata. Oleh karena itu, kami berharap momentum ini menjadi titik evaluasi untuk memperkuat tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga,” katanya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dirinya juga menegaskan bahwa kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pengelolaan yang baik akan memastikan seluruh satwa memperoleh haknya untuk hidup dengan layak, sehat, dan mendapatkan perawatan yang optimal sebagai bagian dari fungsi konservasi dan edukasi yang diemban KBS. Selain itu, ia mengingatkan bahwa kondisi KBS turut memengaruhi banyak pihak yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor pariwisata, mulai dari pelaku UMKM, pekerja kreatif, komunitas seni, pemandu wisata, hingga sektor jasa pendukung lainnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Karena itu, Gekrafs Jawa Timur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga integritas dalam pengelolaan aset-aset pariwisata. Dengan tata kelola yang baik, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diyakini akan semakin kuat, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur. “Harapan kami sederhana, semoga kasus ini dapat diselesaikan secara tuntas, kesejahteraan satwa semakin terjamin, kepercayaan masyarakat kembali pulih, dan Kebun Binatang Surabaya dapat terus berkembang sebagai ikon wisata edukasi, konservasi, serta penggerak ekonomi kreatif yang membanggakan Kota Surabaya dan Jawa Timur,” tandasnya. Dengan demikian, kasus korupsi di KBS dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga dan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berkembang dengan baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/jatim/553791/prihatin-terhadap-kasus-korupsi-di-kbs-gekrafs-jatim-dorong-tata-kelola-wisata-yang-profesional, without altering the facts of the original article.