23 Agustus 2026

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

YOGYAKARTA – Gempa Jogja kembali terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 sore. Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,5 (M3,5) mengguncang wilayah Kabupaten Bantul dan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB. Episenter gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul, dengan kedalaman 21 kilometer.

🔖 Baca juga:
Statistik Fenerbahçe vs Sturm Graz: Penguasaan Bola, Tembakan, dan Rating Pemain

BMKG menyebut gempa tersebut termasuk gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Getaran paling kuat dirasakan di Bantul dan Kota Yogyakarta, sementara getaran lebih lemah dilaporkan terasa hingga beberapa wilayah Jawa Tengah.

Gempa Jogja M3,5 Terjadi pada Sore Hari

Gempa Bantul terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 17.20.57 WIB. Guncangan berlangsung singkat, tetapi cukup dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.

Informasi awal BMKG sempat mencatat gempa dengan magnitudo 3,6 dan kedalaman 10 kilometer. Setelah dilakukan pengolahan data lebih lanjut, parameter gempa diperbarui menjadi M3,5 dengan kedalaman 21 kilometer.

Perubahan tersebut bukan hal yang aneh dalam pemantauan gempa bumi. Informasi awal biasanya disampaikan secepat mungkin setelah gempa terdeteksi. Data kemudian dapat diperbarui setelah jaringan sensor dan stasiun pemantauan menghasilkan informasi yang lebih lengkap.

Karena itu, masyarakat yang mendapatkan informasi berbeda mengenai magnitudo atau kedalaman gempa sebaiknya mengacu pada parameter terbaru yang dikeluarkan BMKG.

Data Lengkap Gempa Jogja M3,5

Berdasarkan hasil pemutakhiran BMKG, berikut data utama gempa Bantul yang mengguncang Yogyakarta:

  • Tanggal: Kamis, 20 Agustus 2026
  • Waktu: 17.20.57 WIB
  • Magnitudo: 3,5
  • Koordinat: 7,88 LS dan 110,45 BT
  • Lokasi episenter: Darat, sekitar 11 kilometer timur laut Bantul
  • Kedalaman: 21 kilometer
  • Jenis gempa: Gempa bumi dangkal
  • Sumber: Aktivitas Sesar Opak

Data tersebut juga diberitakan RRI berdasarkan hasil analisis BMKG.

Portal Data Gempabumi Terbuka BMKG menjelaskan bahwa parameter gempa yang dipantau meliputi waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, koordinat, wilayah terdekat dari episenter, potensi tsunami, serta daerah yang merasakan gempa. Data tersebut dapat diperbarui setiap kali terjadi peristiwa gempa.

Lokasi Episenter Gempa Berada di Darat

Salah satu hal penting dari gempa Jogja kali ini adalah lokasi episenternya.

BMKG mencatat episenter berada pada koordinat 7,88 derajat Lintang Selatan dan 110,45 derajat Bujur Timur. Titik tersebut berada di daratan sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul. Kedalaman hiposenter atau pusat gempa di dalam bumi tercatat sekitar 21 kilometer.

Lokasi episenter yang relatif dekat dengan permukiman membuat getaran gempa M3,5 dapat dirasakan oleh masyarakat. Magnitudo memang tergolong kecil, tetapi tingkat getaran yang dirasakan tidak hanya ditentukan oleh besarnya magnitudo.

Jarak dari episenter, kedalaman sumber gempa, kondisi geologi setempat, serta karakteristik bangunan juga dapat memengaruhi pengalaman masyarakat ketika gempa terjadi.

BMKG Sebut Gempa Dipicu Sesar Opak

BMKG menjelaskan bahwa gempa Bantul M3,5 merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas Sesar Opak. Kesimpulan tersebut didasarkan pada lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Sesar Opak merupakan salah satu struktur patahan aktif yang berada di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Aktivitas pada zona sesar dapat menyebabkan pelepasan energi di dalam kerak bumi. Energi tersebut kemudian merambat sebagai gelombang seismik yang dirasakan masyarakat sebagai guncangan.

Kejadian gempa kecil di sekitar Sesar Opak menjadi pengingat bahwa masyarakat Yogyakarta perlu memiliki pemahaman mengenai mitigasi bencana gempa bumi.

Meski demikian, terjadinya gempa M3,5 tidak dapat dijadikan dasar untuk memprediksi kapan gempa yang lebih besar akan terjadi. Waktu dan kekuatan gempa bumi tidak dapat dipastikan secara akurat.

🔖 Baca juga:
Union Berlin vs St. Pauli: Prediksi Skor, Rekor Head‑to‑Head, dan Analisis Statistik Bundesliga

Wilayah yang Merasakan Gempa Jogja

Getaran gempa Bantul M3,5 dirasakan di sejumlah wilayah. Bantul dan Kota Yogyakarta menjadi daerah yang merasakan guncangan paling jelas dengan intensitas sekitar III MMI.

Pada skala III MMI, getaran dapat dirasakan cukup nyata oleh masyarakat di dalam bangunan. Sensasinya dapat menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Getaran dengan intensitas lebih rendah juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, antara lain Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa gempa berkekuatan M3,5 tetap dapat dirasakan dalam wilayah yang cukup luas apabila sumber gempa berada relatif dekat dengan permukaan dan kawasan permukiman.

Perbedaan intensitas getaran di setiap daerah merupakan hal yang wajar. Masyarakat yang berada lebih dekat dengan episenter umumnya dapat merasakan guncangan lebih kuat dibandingkan mereka yang berada lebih jauh.

Tidak Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa

Guncangan gempa membuat sebagian warga terkejut. Namun, berdasarkan pemantauan awal, belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa Bantul M3,5.

BMKG juga menyampaikan bahwa hingga sekitar pukul 17.39 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa susulan atau aftershock.

Meski demikian, masyarakat tetap disarankan memeriksa kondisi bangunan setelah gempa. Hal tersebut terutama penting bagi rumah atau gedung yang sebelumnya sudah memiliki retakan maupun kerusakan.

Jika ditemukan kerusakan pada bagian struktur bangunan, masyarakat sebaiknya tidak berada di dalam bangunan tersebut sebelum dipastikan aman.

Apakah Gempa Jogja M3,5 Berbahaya?

Pertanyaan mengenai apakah gempa Jogja M3,5 berbahaya sering muncul setelah guncangan terjadi.

Secara umum, magnitudo 3,5 tergolong gempa kecil. Namun, kekuatan magnitudo bukan satu-satunya faktor yang menentukan dampak gempa. Kedalaman, jarak episenter, kondisi tanah, dan kualitas bangunan turut menentukan tingkat risiko.

Dalam kejadian Bantul, pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 21 kilometer. Karena relatif dekat dengan kawasan permukiman, getaran dapat dirasakan oleh masyarakat meskipun magnitudonya tidak besar.

Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu waspada. Kesiapsiagaan menjadi langkah yang lebih penting daripada menyebarkan kekhawatiran mengenai kemungkinan gempa berikutnya.

Tidak Ada Indikasi Tsunami

Gempa Bantul M3,5 memiliki episenter di daratan. Karakteristik tersebut berbeda dengan gempa bumi besar yang berpusat di bawah laut dan dapat memiliki potensi tsunami.

Tidak ada peringatan tsunami terkait kejadian gempa Bantul ini. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik akibat kabar mengenai tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.

Jika terjadi gempa lainnya, masyarakat sebaiknya segera memeriksa informasi resmi BMKG untuk mengetahui apakah gempa tersebut memiliki potensi tsunami atau tidak.

🔖 Baca juga:
Menguasai Pasar Digital: Tren E-Commerce dan Digital Marketing yang Perlu Diketahui untuk Memaksimalkan Penjualan Bisnis Anda

BMKG Imbau Warga Tetap Tenang

BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai gempa yang beredar di media sosial dapat berbeda dengan parameter resmi karena data gempa memang dapat mengalami pemutakhiran.

Masyarakat dapat memantau informasi melalui kanal resmi BMKG. Portal Data Gempabumi Terbuka BMKG menyediakan informasi mengenai berbagai kejadian gempa di Indonesia dan diperbarui setiap ada peristiwa gempa.

Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak terpengaruh oleh kabar palsu, termasuk klaim mengenai prediksi waktu terjadinya gempa besar.

Langkah Aman Saat Gempa Terjadi

Gempa bumi dapat terjadi tanpa pemberitahuan. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui tindakan yang tepat ketika merasakan guncangan.

Jika berada di dalam rumah, segera lindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh. Berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh dapat membantu mengurangi risiko terkena benda yang jatuh.

Hindari berada di dekat kaca, lemari tinggi, rak, dan benda berat lainnya. Jangan terburu-buru keluar ketika guncangan masih berlangsung jika kondisi di sekitar belum aman.

Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi anggota keluarga dan bangunan. Jika terdapat kerusakan, segera menuju tempat terbuka atau lokasi yang lebih aman.

Sementara itu, apabila berada di luar ruangan, jauhi bangunan, tiang listrik, papan reklame, dan benda lain yang berpotensi roboh.

Gempa Jogja Jadi Pengingat Mitigasi Bencana

Gempa Bantul M3,5 kembali mengingatkan masyarakat bahwa Yogyakarta merupakan wilayah yang perlu memiliki kesiapsiagaan terhadap gempa bumi.

Mitigasi dapat dimulai dari lingkungan rumah. Masyarakat dapat memastikan perabotan berat ditempatkan secara aman, mengetahui titik berlindung, menyiapkan perlengkapan darurat, dan mengetahui jalur keluar dari bangunan.

Sekolah, kantor, tempat usaha, dan fasilitas publik juga perlu memiliki prosedur keselamatan ketika gempa terjadi.

Kesiapsiagaan bukan berarti masyarakat harus merasa takut setiap kali terjadi gempa. Sebaliknya, pengetahuan yang baik dapat membuat masyarakat lebih tenang dan mampu mengambil keputusan yang tepat saat guncangan terjadi.

Kesimpulan

Gempa Jogja M3,5 terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 17.20.57 WIB. BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 7,88 LS dan 110,45 BT, sekitar 11 kilometer timur laut Bantul, dengan kedalaman 21 kilometer.

Gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Guncangan paling kuat dirasakan di Bantul dan Kota Yogyakarta, sementara getaran juga terasa di Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, hingga Magelang.

Hingga pemantauan awal, belum ada laporan kerusakan akibat gempa dan belum terdeteksi gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengandalkan informasi resmi BMKG untuk mengetahui perkembangan gempa terbaru.

penulis ; erviani

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *