7 Juli 2026

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Gita Wirjawan desak perubahan orientasi kepemimpinan nasional dengan mengutamakan integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Apa yang membuat etikabilitas menjadi kunci utama kepemimpinan mendatang?

Mantan Menteri Perdagangan periode 2011-2014, Gita Wirjawan, mendesak orientasi kepemimpinan nasional ditata ulang dengan menekankan pentingnya etikabilitas sebagai kunci utama. Menurutnya, bangsa ini harus berhenti mabuk pada elektabilitas dan popularitas, dan bergeser pada ukuran yang lebih menentukan: integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Desakan ini disampaikan dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal, Senin (22/6), dengan tema “What It Takes: Asia Tenggara, dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global”.

Kepemimpinan Nasional yang Perlu Ditingkatkan

Rektor UHN Sudirman Said dalam sambutan pembuka menilai persoalan bangsa ini bukan terletak pada kelangkaan modal, melainkan pada minimnya keberanian berpikir besar dan kejujuran menilai kepemimpinan sendiri. “Bangsa ini tidak kekurangan modal. Yang sering hilang justru keberanian berpikir jauh ke depan dan kejujuran menilai kualitas kepemimpinan kita sendiri,” ujar Sudirman. Ia mengajak audiens belajar dari Singapura yang melompat dari negara dunia ketiga ke dunia kesatu dalam waktu 40 tahun.

Gita Wirjawan menegaskan Indonesia sebenarnya memegang modal yang lebih dari cukup untuk memimpin kawasan. Persoalannya, modal itu tidak akan berarti tanpa keberanian. “Untuk jadi bangsa dan wilayah yang diperhitungkan di ASEAN, kita punya begitu banyak modalitas. Wilayah yang luas, penduduk dalam jumlah besar, sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan kebinekaan,” katanya.

Tantangan Kepemimpinan Mendatang

Menurut Gita, yang diperlukan adalah keberanian menerobos batas, keberanian tampil sebagai bangsa beradab. Syaratnya, kita berani mengikuti jejak bangsa-bangsa yang kuat yang mengedepankan kekuatan moral, intelektual, etika, kapasitas kognisi, dan kemampuan membangun narasi. Namun, ia menyoroti titik yang kerap diabaikan: cara bangsa ini memilih pemimpin. Obsesi pada angka survei telah menggeser ukuran kepemimpinan dari hal yang semestinya menentukan.

“Kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang. Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas,” tegasnya. Ia menawarkan satu jalan keluar konkret dari apa yang disebut jebakan sensasionalitas, yakni membenahi pendidikan dimulai dari nasib guru.

Pentingnya Investasi Pendidikan

“Salah satu cara keluar dari jebakan sensasionalitas dewasa ini adalah dengan investasi secara agresif untuk memperbaiki mutu pendidikan kita. Gaji guru harus diperbaiki secara revolusioner. Tempatkan profesi guru sebagai profesi yang sangat dihargai, agar putra-putri bangsa terbaik masuk berbondong-bondong berebut menjadi guru,” ujarnya.

Pembenahan pendidikan itu, bagi Gita, bermuara pada generasi muda yang ia tempatkan sebagai penentu arah kawasan. Anak muda tidak cukup menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta inovasi. “Generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas. Mereka harus siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan,” tegasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kuliah umum ini menegaskan semangat think globally, act locally: membaca peta dunia dari kota di pesisir utara Jawa, lalu menerjemahkannya menjadi kerja nyata di tingkat daerah. Dengan demikian, pesan berskala global dapat dibawa ke ruang lokal, dan menjadi arahan bagi generasi muda untuk memiliki keberanian berpikir besar dan menjadi bagian dari solusi.

Dengan penekanan pada etikabilitas sebagai kunci utama kepemimpinan nasional, Gita Wirjawan berharap Indonesia dapat meningkatkan kualitas kepemimpinannya dan menjadi bangsa yang diperhitungkan di kawasan. Jalan panjang yang masih harus ditempuh ini memerlukan keberanian dan komitmen dari semua pihak untuk mewujudkan perubahan yang signifikan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/gita-wirjawan-di-uhn-tegal-kepemimpinan-mendatang-harus-ditata-ulang-jangan-mabuk-elektabilitas-tanpa-etikabilitas-260625m.html, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *