Gus Ipul Luncurkan Buku Fikih untuk Disabilitas Mental Psikososial, Berharap Lebih Empati
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meluncurkan buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial. Buku ini diharapkan dapat meningkatkan empati masyarakat terhadap penyandang disabilitas mental-psikososial.
Gus Ipul mengatakan bahwa dokumen ilmiah-keagamaan ini bukan terbitan biasa. Melainkan rambu moral, rujukan sosial, dan instrumen transformasi berpikir umat, agar penyandang disabilitas mental-psikososial dipahami bukan sebagai beban tapi manusia yang martabatnya setara dan harkatnya sama dan haknya melekat tanpa syarat, sebagaimana dijamin oleh konstitusi, agama dan norma kemanusiaan. Universal.
Momen Penentu di Peluncuran Buku
Pada peluncuran buku tersebut, Gus Ipul menyampaikan bahwa dengan ini buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial yang diterbitkan oleh LBM NU, Lakpesdam NU, P3M dan pusat rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi dibawah kordinasi KND secara resmi saya luncurkan dengan bersama-sama membaca Alfatihah.
Komisioner KND, Jonna Aman Damanik dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu masalah terbesar adalah paradigma, pola pandang masyarakat umum terhadap penyandang disabilitas. “Karena di situ ada hegemoni normalitas kalau teman-teman normal dan melihat prioritas dengan normal, saya melihat dengan cara saya,” ujar penyandang disabilitas netra tersebut.
Tiga Fakta yang Bikin Peluncuran Buku Ini Berbeda
Berikut beberapa fakta yang membuat peluncuran buku ini berbeda:
Penyandang disabilitas mental-psikososial seringkali dianggap sebagai beban oleh masyarakat. Namun, Gus Ipul berharap bahwa dengan adanya buku ini, masyarakat dapat memahami bahwa penyandang disabilitas mental-psikososial adalah manusia yang martabatnya setara dan harkatnya sama.
Buku ini diharapkan dapat menjadi rambu moral dan rujukan sosial bagi masyarakat untuk memahami dan meng trato penyandang disabilitas mental-psikososial dengan lebih baik.
Peluncuran buku ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan empati masyarakat terhadap penyandang disabilitas mental-psikososial.
Apa Artinya Ini bagi Masyarakat?
Dengan adanya buku ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa penyandang disabilitas mental-psikososial adalah bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan.
Gus Kautsar, tuan rumah peluncuran karya ilmiah ini, mengatakan bahwa buku yang disusun ini sangat gamblang menggambarkan realitas sosial di masyarakat serta memberikan panduan dalam berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Mental Psikososial (PDMP).
Hal ini sebenarnya manusiawi karena manusia dibekali karakter bawaan dari Tuhan untuk mencintai keindahan dan mencintai apa yang ada dalam diri sendiri.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan empati masyarakat terhadap penyandang disabilitas mental-psikososial.
Gus Kautsar sekali lagi berterimakasih kepada KND atas upayanya memperjuangkan inklusivitas untuk para penyandang disabilitas.
Terimakasih kepada komisi disabilitas kemudian kami mohon langkah-langkah yang dilakukan, yang didukung penuh oleh Kemensos yang benar-benar bisa bermanfaat.