Harga emas Antam kembali menguat setelah anjlok tajam hari ini. Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi tersebut meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), sekaligus mendorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.029,09 per ons setelah sebelumnya sempat melemah hingga 1% pada awal perdagangan.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dirilis sesuai dengan perkiraan menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan harga emas. “Data PCE secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal itulah yang membuat pergerakan harga emas hari ini relatif stabil,” ujar Meger. Berdasarkan data pemerintah AS, indeks harga PCE meningkat 4,1% secara tahunan hingga Mei 2026. Angka tersebut menjadi kenaikan tertinggi sekaligus pertama kalinya inflasi PCE kembali berada di atas level 4% sejak April 2023.
Momen Penentu di Menit Akhir
Setelah data inflasi diumumkan, indeks dolar AS berbalik melemah sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar negeri. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) juga mengalami penurunan. Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang cukup besar. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember berada di kisaran 80%, turun dari 85% sebelum data inflasi dirilis.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Menurut Meger, perhatian investor ke depan masih akan tertuju pada perkembangan inflasi yang akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed. “Fokus utama pasar tetap pada tekanan inflasi ke depan. Itulah salah satu alasan mengapa harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir,” katanya. Penurunan harga emas sebelumnya dipicu meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah The Fed mengadopsi nada yang lebih agresif (hawkish) dalam pertemuan kebijakan moneternya pekan lalu.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik 2,2% menjadi US$ 58,68 per ons. Harga platinum menguat 1,8% menjadi US$ 1.606,09 per ons, sedangkan palladium naik 2,7% menjadi US$ 1.199,47 per ons. Dengan demikian, harga emas Antam diharapkan dapat terus menguat dalam beberapa waktu ke depan, meskipun masih ada kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed yang dapat mempengaruhi harga emas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/7997477/harga-emas-melonjak-usai-turun-tajam, without altering the facts of the original article.