21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Harga minyak dunia melonjak tinggi usai Iran serang kapal di Selat Hormuz. Ketegangan Timur Tengah kembali picu kekhawatiran pasar soal pasokan energi global, apa dampaknya?

Iran kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah setelah menyerang sebuah kapal kargo di kawasan Selat Hormuz. Harga minyak dunia pun melonjak tinggi menyusul insiden tersebut, yang kembali memicu kekhawatiran pasar bahwa ketegangan di wilayah tersebut masih berpotensi mengganggu pasokan energi global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik lebih dari 2% menjadi US$ 71,92 per barel, sementara minyak mentah acuan global Brent menguat 2,1% dan ditutup di level US$ 75,26 per barel.

Momen Penentu di Menit Akhir

Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Iran berada di balik serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat Dahit, Oman. Pejabat tersebut mengatakan penilaian apakah serangan itu melanggar nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran akan bergantung pada sikap Gedung Putih. Sebelumnya, harga minyak sempat kehilangan seluruh penguatan yang terjadi setelah perang karena pelaku pasar mulai optimistis pasokan minyak global akan membaik.

🔖 Baca juga:
Trump Ancam Korsel dengan Tarif 25 Persen, Apa Dampaknya?

Optimisme itu muncul setelah kapal-kapal tanker yang selama berbulan-bulan tertahan di Teluk Persia mulai kembali melintasi Selat Hormuz. Berdasarkan data perusahaan pelacak perdagangan energi Kpler, lebih dari 20 kapal tanker yang mengangkut sekitar 35 juta barel minyak mentah telah melewati Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk kembali membuka jalur pelayaran strategis tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Citi menilai tekanan terhadap strategi investasi berbasis kurva harga komoditas (curve-carry strategies) kemungkinan telah mencapai titik terburuk. Strategi tersebut sebelumnya terpukul akibat lonjakan harga minyak jangka pendek selama konflik AS-Iran. Menurut Citi, skenario utama saat ini adalah terjadinya deeskalasi yang lebih besar di kawasan. Bank investasi tersebut memperkirakan harga minyak Brent berpotensi turun ke kisaran US$60–65 per barel dalam enam hingga 12 bulan ke depan seiring normalisasi arus pengiriman melalui Selat Hormuz.

🔖 Baca juga:
Arsenal Incar Striker Rekor Liga Inggris untuk Gantikan Viktor Gyokeres

Citi juga menilai jika terjadi kenaikan harga minyak yang bersifat sementara selama musim panas, penguatan tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama. Meski demikian, risiko geopolitik masih membayangi pasar. Pada Kamis, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz hanya akan diizinkan melalui jalur yang ditetapkan oleh Teheran.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

IRGC juga menegaskan bahwa kapal-kapal yang tidak mematuhi instruksi transit akan menghadapi tindakan dari otoritas Iran. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun jalur pelayaran telah kembali dibuka, potensi gangguan terhadap salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia masih tetap tinggi. Dengan demikian, pelaku pasar masih harus waspada terhadap risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi pasokan energi global.

🔖 Baca juga:
AS-Iran Damai, Investasi Rp5.323 Triliun Mengalir, Apa Imbasnya?

Keseluruhan situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah masih berpotensi mempengaruhi pasar energi global. Oleh karena itu, pelaku pasar harus terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penyesuaian strategi investasi yang tepat untuk menghadapi ketidakpastian ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/7999291/harga-minyak-melonjak-usai-iran-serang-kapal-di-selat-hormuz, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *