Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifIlmuwan sukses menciptakan kecoa cyborg penyelam yang dapat bertahan hidup dan bergerak di dalam air hingga tiga jam. Kecoa cyborg ini dibekali baju selam kedap air yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dan bergerak di dalam air. Kemampuan ini diharapkan dapat segera dikerahkan ke wilayah pascabencana.
Kemampuan yang Luar Biasa
Kecoa cyborg itu dikembangkan dengan menggunakan kecoa desis Madagaskar (Gromphadorhina portentosa) yang kemudian dipasangi perangkat pengendali elektronik untuk mengarahkan pergerakannya. Para peneliti menguji baju selam ini pada kecoa cyborg dengan memasukkannya ke dalam akuarium dan kemudian diarahkan ke dalam pipa plastik yang menyimulasikan lingkungan terendam air serta minim oksigen.
Sistem generator oksigen terintegrasi dan selang silikon dirancang khusus untuk mengalirkan gas langsung ke lubang pernapasan kecoak (spirakel). Menurut studi baru yang diterbitkan pada 29 Juni di Jurnal Nature Communications, rancangan ini disesuaikan untuk penggunaan di lingkungan rendah oksigen maupun area yang terendam air.
Momen Penentu di Menit Akhir
“Pendekatan kami menggabungkan cangkang pelindung tahan air yang lentur dengan generator oksigen kimiawi yang sederhana tapi andal,” kata salah satu penulis studi, Shinjiro Umezu, profesor di School of Creative Science and Engineering, Waseda University, Jepang. “Teknologi ini membuat serangga tetap dapat bergerak lincah secara alami sekaligus terlindungi dari lingkungan ekstrem yang biasanya tidak bisa mereka lalui.”
Kecoa cyborg merupakan serangga hidup yang dipasangi perangkat pengendali elektronik untuk mengarahkan pergerakannya. Para peneliti sebelumnya memanfaatkan teknologi ini dalam operasi SAR untuk menjangkau area yang sulit diakses manusia. Sebagai contoh, kecoa-kecoa cyborg ini pernah dikerahkan pascagempa dahsyat bermagnitudo 7,7 di Myanmar pada Maret 2025.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keunggulan kecoa cyborg dibanding robot berukuran mikro ini terletak pada sistem penggeraknya. Serangga ini memanfaatkan otot alami mereka untuk bergerak, sementara robot mikro sangat bergantung pada baterai berdaya tinggi yang boros energi dan mudah kehabisan daya.
Kecoa cyborg yang dikerahkan di Myanmar itu dikembangkan di laboratorium milik Hirotaka Sato, penulis utama studi ini sekaligus profesor di School of Mechanical and Aerospace Engineering, Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Komponan baju selam ini terdiri dari cangkang pelindung yang fleksibel, empat selang silikon yang tersambung ke spirakel, serta tangki oksigen transparan hasil cetakan 3D.
Untuk menghasilkan oksigen di dalam tangki, peneliti menaburkan mangan dioksida ke spons berdaya serap tinggi di dalam tabung. Mereka kemudian menyuntikkan sedikit hidrogen peroksida encer, yang nantinya akan terurai secara perlahan saat bereaksi dengan mangan dioksida untuk menghasilkan oksigen.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
“Tantangan teknis utamanya adalah merancang sistem yang cukup kecil, ringan, dan fleksibel agar nyaman dipakai oleh serangga, tapi tetap mampu memproduksi oksigen yang cukup untuk pergerakan bawah air dalam durasi lama,” jelas Umezu.
Dengan kemampuan ini, kecoa cyborg diharapkan dapat segera dikerahkan ke wilayah pascabencana untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan. Ilmuwan masih terus mengembangkan teknologi ini untuk meningkatkan kemampuan dan efektivitasnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260710162841-199-1379237/kecoa-cyborg-ciptaan-ilmuwan-jepang-bisa-menyelam-3-jam, without altering the facts of the original article.