27 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Kebakaran TPA Jatiwaringin sulit padam karena api yang tersembunyi di bawah permukaan. Pakar BRIN ungkap penyebabnya yang membuat proses pemadaman semakin sulit. Apa yang membuat api tetap menyala?

Faktor yang Menyebabkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan

Wahyu Purwanta menjelaskan bahwa kebakaran terjadi ketika tiga unsur bertemu, yaitu bahan bakar, oksigen, dan sumber panas atau penyalaan. Di area TPA, bahan bakar tersedia dalam jumlah besar berupa sampah yang mudah terbakar, seperti plastik, kertas, tekstil, kayu, karet, serta material organik yang telah mengering. Gas landfill, termasuk metana, juga dapat berperan sebagai bahan bakar pada kondisi tertentu. Oksigen tersedia dari udara, termasuk yang masuk melalui permukaan, retakan, dan rongga di dalam timbunan.

Mengapa Kebakaran TPA Jatiwaringin Begitu Rumit?

Menurut Wahyu, yang sulit adalah yang di bawah permukaan, karena oksigennya masih sampai 2 meter itu, nah ini tersembunyi hotspotnya lalu baranya bertahan lama dan air sulit mencapai titik panas, persoalannya di situ. Jadi biasanya, kalau yang di bawah permukaan itu ga cukup dibom air dari atas, dia (titik api di bawah permukaan) harus dibantu alat berat. Kondisi ini serupa dengan kebakaran lahan gambut di mana api tidak terlihat di permukaan, tetapi asap terus mengepul dari wilayah yang terbakar.

🔖 Baca juga:
Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan Hingga Malam

Dampak dan Upaya Pencegahan

Wahyu menilai setiap TPA memiliki risiko kebakaran, terlebih di musim kemarau yang bisa meningkatkan risiko tersebut. Menurutnya, risiko kebakaran ini perlu dikenali sejak awal melalui perbaikan operasi, pemantauan kondisi timbunan, pengelolaan gas, deteksi hotspot, pengawasan sumber api, serta kesiapsiagaan yang ditingkatkan pada musim kemarau. Pada saat yang sama, pemerintah daerah perlu memiliki rencana yang jelas untuk mengurangi jumlah sampah yang harus berakhir di TPA.

🔖 Baca juga:
Korban Jiwa di Sikundo: Warga Harus Berhati-Hati

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Tidak ada satu teknologi yang tepat untuk semua jenis sampah dan semua daerah. Pendekatan yang lebih tepat adalah memilih teknologi berdasarkan karakteristik sampah, skala timbulan, kondisi wilayah, kesiapan infrastruktur, pasar produk, serta kemampuan pembiayaan dan pengoperasian jangka panjang. Sampah organik dapat dikurangi melalui pengomposan, biodigester atau anaerobic digestion, serta teknologi biokonversi tertentu. Material yang masih bernilai perlu dipilah dan dikembalikan ke rantai daur ulang. Dengan demikian, kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di tempat pembuangan akhir lainnya.

🔖 Baca juga:
Gempa Bumi Guncang Sulawesi Tengah, BMKG: Pusat Gempa Terjadi di Lokasi Ini

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260710164400-199-1379252/pakar-brin-ungkap-penyebab-kebakaran-tpa-jatiwaringin-sulit-padam, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *