27 Agustus 2026

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Praperadilan merupakan salah satu mekanisme penting dalam sistem hukum acara pidana di Indonesia. Keberadaan praperadilan memberikan kesempatan kepada pihak yang berkepentingan untuk menguji keabsahan tindakan tertentu yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam proses penyidikan maupun penuntutan.

Meski istilah praperadilan cukup sering terdengar, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jenis perkara yang bisa diajukan dalam praperadilan. Tidak semua persoalan hukum pidana dapat diperiksa melalui mekanisme ini. Ada objek tertentu yang menjadi kewenangan praperadilan berdasarkan ketentuan hukum dan perkembangan putusan pengadilan.

🔖 Baca juga:
Cara Menghadapi Tsunami: Panduan Evakuasi dan Tips Menyelamatkan Diri

Pemahaman mengenai objek praperadilan penting agar masyarakat dapat mengetahui kapan mekanisme tersebut dapat digunakan. Lantas, apa saja perkara yang bisa diajukan dalam praperadilan? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Praperadilan?

Praperadilan adalah mekanisme dalam hukum acara pidana yang memberikan kewenangan kepada pengadilan negeri untuk memeriksa dan memutus persoalan tertentu yang berkaitan dengan proses penyidikan dan penuntutan.

Praperadilan tidak bertujuan menentukan apakah seseorang bersalah atau tidak bersalah melakukan tindak pidana. Pemeriksaannya lebih berfokus pada aspek keabsahan tindakan tertentu dalam proses pidana.

Dengan demikian, praperadilan berbeda dengan sidang pokok perkara. Dalam sidang pokok perkara, hakim memeriksa dakwaan dan pembuktian tindak pidana. Sementara dalam praperadilan, hakim memeriksa objek yang diajukan sesuai dengan kewenangannya.

Dasar Hukum Praperadilan

Ketentuan mengenai praperadilan terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), termasuk Pasal 77 dan pasal-pasal yang berkaitan.

Dalam perkembangannya, objek praperadilan juga mengalami perubahan melalui putusan Mahkamah Konstitusi.

Salah satu putusan yang penting adalah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014. Putusan tersebut memperluas objek praperadilan, termasuk mengenai sah atau tidaknya penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan.

Oleh sebab itu, pembahasan mengenai jenis perkara yang dapat diajukan dalam praperadilan perlu memperhatikan KUHAP sekaligus perkembangan hukum melalui putusan pengadilan.

Jenis Perkara yang Bisa Diajukan dalam Praperadilan

Berikut beberapa jenis perkara atau objek yang dapat diperiksa melalui mekanisme praperadilan.

1. Sah atau Tidaknya Penangkapan

Penangkapan merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan aparat penegak hukum dalam proses pidana. Namun, penangkapan harus dilakukan berdasarkan persyaratan dan prosedur yang telah ditentukan.

Apabila pihak yang dikenai penangkapan menganggap tindakan tersebut tidak sah, persoalan mengenai keabsahan penangkapan dapat diajukan melalui praperadilan sesuai ketentuan hukum.

Dalam pemeriksaannya, hakim akan menilai apakah tindakan penangkapan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan peraturan perundang-undangan.

2. Sah atau Tidaknya Penahanan

Selain penangkapan, penahanan juga dapat menjadi objek praperadilan.

Penahanan merupakan tindakan yang membatasi kebebasan seseorang sehingga pelaksanaannya harus berdasarkan ketentuan hukum. Apabila terdapat dugaan bahwa penahanan dilakukan tanpa memenuhi persyaratan yang berlaku, pihak yang berkepentingan dapat menempuh mekanisme praperadilan.

Pemeriksaan hakim akan berfokus pada keabsahan tindakan penahanan sesuai dengan objek yang diajukan.

3. Sah atau Tidaknya Penghentian Penyidikan

Praperadilan juga dapat berkaitan dengan penghentian penyidikan.

Penyidikan dapat dihentikan dalam kondisi tertentu sesuai ketentuan hukum. Apabila pihak yang memiliki kepentingan menganggap penghentian penyidikan tidak sah, persoalan tersebut dapat diajukan untuk diperiksa melalui praperadilan.

Dalam konteks ini, praperadilan dapat menjadi sarana untuk menguji apakah penghentian penyidikan dilakukan berdasarkan alasan dan prosedur yang dibenarkan oleh hukum.

4. Sah atau Tidaknya Penghentian Penuntutan

Selain penghentian penyidikan, penghentian penuntutan juga termasuk objek yang berkaitan dengan praperadilan.

Apabila penghentian penuntutan dianggap tidak sesuai dengan ketentuan hukum, pihak yang memiliki kedudukan hukum dapat mengajukan permohonan sesuai mekanisme yang tersedia.

Pengadilan kemudian memeriksa keabsahan tindakan tersebut berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.

5. Sah atau Tidaknya Penetapan Tersangka

Salah satu perkembangan penting dalam hukum praperadilan adalah masuknya persoalan mengenai penetapan tersangka sebagai objek yang dapat diuji.

Hal tersebut berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014.

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap Wawasan Olahraga: 20 Contoh Istilah Dalam Olahraga dan Artinya untuk Penggemar Olahraga Beserta Penjelasan Taktiknya

Melalui perkembangan tersebut, seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka dapat mengajukan praperadilan untuk menguji aspek keabsahan penetapan tersangka dalam konteks yang ditentukan hukum.

Namun, perlu dipahami bahwa praperadilan tidak menentukan apakah tersangka benar-benar melakukan tindak pidana. Fokus pemeriksaan adalah aspek keabsahan penetapan tersebut.

6. Sah atau Tidaknya Penggeledahan

Penggeledahan juga dapat berkaitan dengan objek praperadilan sesuai perkembangan hukum.

Dalam proses penyidikan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dan menemukan barang atau bukti yang berkaitan dengan perkara. Karena menyangkut hak individu, tindakan tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum.

Jika terdapat alasan bahwa penggeledahan dilakukan secara tidak sah, pihak yang berkepentingan dapat mengajukan permohonan praperadilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

7. Sah atau Tidaknya Penyitaan

Penyitaan merupakan tindakan dalam proses hukum pidana yang bertujuan mengambil alih atau menyimpan benda tertentu untuk kepentingan pembuktian.

Karena penyitaan dapat berkaitan dengan hak seseorang atas suatu benda, pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan hukum.

Perkembangan hukum melalui putusan Mahkamah Konstitusi memungkinkan keabsahan penyitaan menjadi bagian dari objek praperadilan.

8. Permintaan Ganti Kerugian

Praperadilan juga berkaitan dengan permintaan ganti kerugian dalam kondisi tertentu yang diatur hukum.

Ganti kerugian dapat berkaitan dengan tindakan dalam proses pidana yang dinyatakan tidak sah atau kondisi lain yang memenuhi ketentuan hukum.

Pengajuan ganti kerugian harus memperhatikan dasar hukum dan persyaratan yang berlaku.

9. Rehabilitasi

Selain ganti kerugian, praperadilan juga dapat berkaitan dengan rehabilitasi dalam kondisi tertentu.

Rehabilitasi merupakan pemulihan hak, kedudukan, harkat, dan martabat seseorang apabila memenuhi kondisi yang ditentukan oleh hukum.

Permohonan rehabilitasi dapat berkaitan dengan putusan atau proses hukum yang menyatakan adanya tindakan yang tidak sah sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum acara pidana.

Apakah Semua Perkara Pidana Bisa Diajukan?

Jawabannya adalah tidak.

Praperadilan memiliki ruang lingkup tertentu. Artinya, tidak semua permasalahan dalam perkara pidana dapat diajukan sebagai praperadilan.

Misalnya, persoalan mengenai apakah terdakwa benar-benar melakukan tindak pidana pada dasarnya merupakan bagian dari pemeriksaan pokok perkara, bukan fokus utama praperadilan.

Begitu pula penilaian mengenai kesalahan terdakwa, pembuktian unsur tindak pidana, dan penjatuhan pidana merupakan ranah persidangan perkara pidana pokok.

Karena itu, pemohon perlu memastikan bahwa persoalan yang diajukan memang termasuk objek praperadilan.

Siapa yang Bisa Mengajukan Praperadilan?

Pihak yang dapat mengajukan praperadilan bergantung pada jenis objek yang dipersoalkan dan kedudukan hukum pihak tersebut.

Dalam perkara tertentu, tersangka dapat mengajukan permohonan untuk menguji tindakan yang berkaitan dengan dirinya. Sementara dalam objek lainnya, pihak yang berkepentingan menurut ketentuan hukum dapat mengajukan permohonan.

Kedudukan hukum menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena pengadilan tidak serta-merta dapat memeriksa permohonan dari pihak yang tidak memiliki kepentingan hukum terhadap objek tersebut.

Bagaimana Cara Mengajukan Praperadilan?

Secara umum, cara mengajukan praperadilan dimulai dengan menentukan objek yang hendak diuji.

🔖 Baca juga:
Suzuki Hybrid vs Mesin Konvensional: Perbandingan Teknologi, Efisiensi Bahan Bakar, dan Biaya Perawatan

Selanjutnya, pemohon perlu menyusun surat permohonan yang memuat identitas pemohon dan termohon, uraian kejadian, alasan hukum, dasar hukum, serta petitum atau permintaan kepada hakim.

Permohonan kemudian didaftarkan pada pengadilan negeri yang berwenang.

Setelah terdaftar, perkara akan diperiksa melalui persidangan. Pemohon dan termohon dapat menyampaikan argumentasi serta bukti yang mendukung posisi masing-masing.

Hakim kemudian memberikan putusan berdasarkan fakta, bukti, dan ketentuan hukum yang relevan.

Apa Tujuan Praperadilan?

Praperadilan memiliki tujuan utama untuk memberikan kontrol terhadap tindakan tertentu dalam proses hukum pidana.

Dengan adanya mekanisme ini, pihak yang berkepentingan memiliki sarana untuk meminta pengadilan menguji keabsahan tindakan aparat penegak hukum.

Praperadilan juga berkaitan dengan perlindungan hak individu dan kepastian hukum. Aparat penegak hukum tetap dapat menjalankan kewenangannya, tetapi pelaksanaannya harus sesuai dengan batas dan prosedur yang ditentukan hukum.

Perbedaan Praperadilan dan Sidang Pokok Perkara

Praperadilan dan sidang pokok perkara memiliki fokus yang berbeda.

Praperadilan memeriksa objek tertentu seperti keabsahan penangkapan, penahanan, penetapan tersangka, penggeledahan, atau penyitaan sesuai dengan kewenangan yang berlaku.

Sementara itu, sidang pokok perkara memeriksa dakwaan dan pembuktian tindak pidana. Hakim akan mempertimbangkan alat bukti, keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa, dan fakta persidangan lainnya.

Oleh karena itu, hasil praperadilan tidak dapat langsung disamakan dengan putusan bebas.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan Praperadilan

Sebelum mengajukan permohonan, pihak yang berkepentingan perlu memastikan beberapa hal.

Pertama, pastikan objek yang dipersoalkan termasuk dalam ruang lingkup praperadilan. Kedua, pastikan pemohon memiliki kedudukan hukum. Ketiga, siapkan alasan dan dasar hukum yang jelas.

Selain itu, bukti yang berkaitan dengan objek permohonan perlu dipersiapkan. Dokumen atau bukti tersebut dapat membantu memperkuat argumentasi dalam persidangan.

Karena hukum acara pidana memiliki ketentuan yang cukup kompleks, konsultasi dengan advokat atau profesional hukum dapat menjadi langkah yang dipertimbangkan ketika menghadapi perkara konkret.

Kesimpulan

Jenis perkara yang bisa diajukan dalam praperadilan pada dasarnya berkaitan dengan objek tertentu dalam proses penyidikan dan penuntutan. Beberapa di antaranya adalah sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, penghentian penuntutan, penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan.

Praperadilan juga dapat berkaitan dengan permintaan ganti kerugian dan rehabilitasi dalam kondisi tertentu sesuai dengan ketentuan hukum.

Namun, tidak semua persoalan pidana dapat diajukan melalui praperadilan. Pemeriksaan mengenai terbukti atau tidaknya seseorang melakukan tindak pidana merupakan ranah persidangan pokok perkara.

Dengan memahami objek praperadilan, dasar hukum praperadilan, syarat pengajuan, dan prosedur praperadilan, masyarakat dapat mengetahui mekanisme hukum yang tersedia ketika menghadapi tindakan tertentu dalam proses pidana.

Perlu diperhatikan bahwa ketentuan dan praktik hukum dapat berkembang. Untuk perkara konkret, sebaiknya pemeriksaan dilakukan berdasarkan peraturan dan putusan pengadilan terbaru serta dengan bantuan profesional hukum apabila diperlukan.

penulis : erviani

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *