**Membaca Situasi dengan Bijak, Projo Minta Jangan Politisasi Raja-Raja Timor** Gelar Sesepuh Raja-Raja Timor diberikan kepada Jokowi dalam rangkaian Karnaval Gajah di Kota Kupang pada Sabtu (1/8/2026). Gelar tersebut disebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Jokowi terhadap pembangunan di NTT dan kawasan Indonesia timur selama menjabat sebagai presiden. Namun, sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat adat menyatakan penolakan karena menilai pemberian gelar adat tersebut tidak melalui mekanisme adat yang sah dan berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pemberian gelar Sesepuh Raja-Raja Timor kepada Jokowi dilakukan oleh delapan raja pemilik wilayah kerajaan di Pulau Timor, antara lain Kerajaan Amanatun, Amanuban, Mollo, Wewiku-Wehal, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, dan Nisnoni. Penobatan ini dilakukan di Kota Kupang, NTT, sebagai bagian dari rangkaian Karnaval Gajah di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang. Dalam prosesi itu, Jokowi menerima tongkat dan kain adat yang dikalungkan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor dilakukan oleh delapan raja pemilik wilayah kerajaan di Pulau Timor. * Gelar tersebut disebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Jokowi terhadap pembangunan di NTT dan kawasan Indonesia timur selama menjabat sebagai presiden. * Delapan raja pemilik wilayah kerajaan di Pulau Timor yang melakukan penobatan Jokowi adalah Kerajaan Amanatun, Amanuban, Mollo, Wewiku-Wehal, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, dan Nisnoni. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penolakan pemberian gelar Sesepuh Raja-Raja Timor kepada Jokowi oleh sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat adat menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian penghormatan adat. Projo, ormas pendukung Jokowi, menanggapi santai fenomena penolakan pemberian gelar kepada Jokowi dengan mengatakan bahwa setiap komunitas adat memiliki mekanisme, aturan, dan otoritasnya masing-masing yang patut dihormati. Projo juga mengimbau agar persoalan ini tidak langsung ditarik menjadi isu politik nasional. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Projo menilai bahwa setiap komunitas adat memiliki kewenangan dan mekanisme sendiri dalam mengambil keputusan terkait pemberian penghormatan kepada seorang tokoh, sehingga perbedaan pandangan sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan proses adat. Penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kerjasama dan saling menghormati di antara komunitas adat dan pemerintah. Namun, perlu diingat bahwa pemberian penghormatan adat harus dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/news/1806178/deretan-penolakan-jokowi-jadi-sesepuh-raja-raja-timor-projo-bereaksi-minta-tak-dipolitisasi, without altering the facts of the original article.