30 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Kakek 82 tahun di Gunungkidul ciptakan sawah rongsok dari galon bekas, memulai ide kreatifnya dari gabah tercecer. Ingin tahu bagaimana kisah inspiratifnya? Simak selengkapnya!

Sawah rongsok, inovasi pertanian yang diciptakan oleh Suhantara, kakek berusia 82 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi perhatian banyak pihak. Metode ini memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam padi, menawarkan solusi bercocok tanam di wilayah minim lahan dan air. Sawah rongsok telah menjadi contoh bagi masyarakat luas bahwa pertanian dapat dilakukan dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Inovasi ini juga mendapat sambutan positif dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.

Momen Penentu di Menit Akhir

Berawal dari gabah kering yang tercecer di tanah pekarangan rumah, Suhantara kemudian menanamnya di beberapa kaleng bekas. Setelah melihat hasilnya, ia penasaran dan ingin mencoba dengan skala yang lebih besar. Ia membeli sekitar 100 galon bekas air mineral dan mengisinya dengan tanah serta pupuk kandang. Bagian atas galon dipotong hingga menyerupai pot, dan perawatannya pun disamakan seperti menanam padi di sawah sungguhan.

🔖 Baca juga:
Dedi Mulyadi Janji Bangun Kembali 51 Rumah di Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi yang Terbakar, Masyarakat Harapkan Bantuan yang Cepat

Dari situ, Suhantara mulai menanam bibit padi varietas Inpari-24 di galon-galon bekas tersebut. Ia menyiramnya dengan rutin dan ternyata bisa tumbuh dengan baik. Hasilnya, Suhantara mendapatkan sekitar 30-40 kilogram gabah kering giling dari 100 galon bekas air mineral. Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul kemudian melakukan pengubinan dan mendapatkan hasil bahwa setiap pot galon mampu menghasilkan sekitar 400 gram gabah kering giling.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Metode sawah rongsok ini berpotensi menjadi solusi bagi daerah yang memiliki keterbatasan lahan sawah dan sumber air. Gunungkidul merupakan wilayah yang didominasi bentang alam karst berbatu kapur, sehingga dikenal memiliki kondisi lahan yang cenderung kering. Dengan menggunakan galon bekas sebagai media tanam, masyarakat dapat melakukan pertanian dengan lebih efisien dan ramah lingkungan.

🔖 Baca juga:
Erupsi Anak Krakatau: Harga Ikan di Dermaga Bom Kalianda Melonjak Rp5 Ribu per Kg

Selain itu, metode ini juga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dalam keluarga. Dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah, masyarakat dapat melakukan pertanian dengan lebih praktis dan efektif. Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga menilai bahwa metode sawah rongsok ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas bahwa pertanian dapat dilakukan dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mendapatkan sambutan positif, Suhantara masih harus terus berinovasi dan meningkatkan hasil panennya. Ia juga harus memastikan bahwa metode sawah rongsok ini dapat diadopsi oleh masyarakat luas dan menjadi solusi yang efektif bagi daerah-daerah yang memiliki keterbatasan lahan sawah dan sumber air. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan hasil panennya, Suhantara berharap dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dalam keluarga dan menjadi contoh bagi masyarakat luas.

🔖 Baca juga:
Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei: KDKMP Berperan Strategis dalam Kesejahteraan Masyarakat

Sawah rongsok telah menjadi contoh bahwa pertanian dapat dilakukan dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan hasil panennya, Suhantara berharap dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dalam keluarga dan menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/07/12/bermula-dari-gabah-yang-tercecer-kakek-82-tahun-di-gunungkidul-ciptakan-sawah-rongsok-dari-galon-bekas, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *