Kementerian Pertahanan (Kemenhan) disebut-sebut sebagai calon pengelola baru Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang terletak di Kabupaten Majalengka. Informasi ini muncul di tengah rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara komersial pada September 2026. Menurut keterangan Dedi, salah satu pihak yang terkait dengan proses pengambilalihan bandara, Kemenhan sudah sangat dekat dengan keputusan untuk mengambil alih pengelolaan BIJB Kertajati.
Rencana Pengambilalihan oleh Kemenhan
Dedi mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai keberlanjutan status komersial Bandara Kertajati. Namun, ia menyebutkan bahwa kemungkinan besar pengelolaan bandara tersebut akan beralih ke Kemenhan. “Tetapi kecenderungan bahwa itu menjadi pengelolaannya di bawah Kemenhan itu sangat kuat, sudah mendekati 90 persen,” kata Dedi saat diwawancarai di Bandung, Jumat (26/6/2026).
Menurut Dedi, masih ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan sebelum proses pengambilalihan dapat dilakukan. Salah satunya menyangkut status aset, utang pembangunan BIJB, hingga investasi yang telah digelontorkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tinggal negosiasinya bagaimana status asetnya, bagaimana utang yang ditimbulkan karena pengadaan aset itu? Kan masih punya utang ke Bank Jateng, kan harus dihitung itu,” kata Dedi.
Mengapa Kemenhan?
Pengambilalihan BIJB Kertajati oleh Kemenhan disebut-sebut berkaitan dengan rencana menjadikan bandara tersebut sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) atau perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk kawasan Asia. Hal ini tentu memiliki dampak signifikan bagi keamanan dan pertahanan negara.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Jika Kemenhan resmi mengambil alih pengelolaan BIJB Kertajati, maka hal ini akan berdampak pada pengembangan infrastruktur pertahanan negara. Bandara Kertajati berpotensi menjadi hub strategis untuk mendukung operasi militer dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pertahanan negara. Selain itu, pengambilalihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam hal perawatan dan perbaikan pesawat militer.
Namun, proses pengambilalihan ini masih harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Dedi memastikan bahwa rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara komersial tidak akan menjadi persoalan. “Nggak ada masalah kan nggak terganggu, nggak ada masalah,” kata Dedi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski telah ada sinyal kuat bahwa Kemenhan akan mengambil alih pengelolaan BIJB Kertajati, namun masih banyak hal yang harus diselesaikan. Pemerintah pusat masih harus membahas dan memutuskan secara resmi terkait pengambilalihan ini. Selain itu, proses negosiasi mengenai status aset, utang, dan investasi juga masih harus dilakukan.
Kemenhan yang berpotensi menjadi pengelola baru BIJB Kertajati membuka babak baru dalam pengelolaan bandara tersebut. Diharapkan, keputusan ini dapat membawa manfaat besar bagi pertahanan negara dan pengembangan infrastruktur Indonesia ke depannya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8549296/kdm-ungkap-rencana-untuk-bandara-kertajati-kemenhan-jadi-pengelola-baru, without altering the facts of the original article.