14 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Wali murid anaknya ditahan karena terlambat di sekolah yang menerapkan aturan tutup pagar selama upacara, tapi apakah alasan keputusannya tepat?

Momen Penentu di Menit Akhir

Pagi Senin, sekolah SDN 060951 Medan Labuhan di Jalan Raya KL Yos Sudarso menjadi pusat perhatian warga setempat. Kepala sekolah, Lesmono, menutup pagar sekolah sekitar pukul 07.17 WIB untuk menggelar upacara bendera. Siswa yang datang setelah waktu tersebut diminta menunggu terlebih dahulu sampai upacara selesai agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pada hari Senin kemarin, ada keributan sedikit di depan pagar sekolah. Waktu itu hari Senin, ada pelaksanaan upacara bendera. Pukul 07.17 WIB pintu gerbang ditutup, dan anak-anak tidak boleh masuk dulu. Nah, barulah dilaksanakan upacara bendera agar khidmat. Saat upacara berlangsung, sejumlah orangtua yang berada di depan gerbang mempersoalkan keputusan tersebut. Mereka meminta anak-anak tetap diperbolehkan masuk meski datang terlambat. Lesmono menjelaskan, aturan tersebut merupakan bagian dari penerapan disiplin bagi siswa maupun guru. Pada hari kejadian, sekitar 20 siswa datang terlambat dan harus menunggu di depan gerbang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kekhawatiran orangtua terutama berkaitan dengan keselamatan siswa selama berada di luar pagar sekolah. Pasalnya, lokasi sekolah berada di tepi jalan raya yang juga dilalui truk dan berbagai kendaraan lainnya. Orangtua khawatir jika siswa yang menunggu di luar pagar sekolah terjatuh atau terluka akibat lalu lintas yang ramai. Mereka juga khawatir jika anak-anak mereka terganggu oleh situasi yang tidak nyaman di depan pagar sekolah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kepala sekolah Lesmono menegaskan bahwa keputusannya tidak salah dan bertujuan untuk meningkatkan disiplin siswa. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa ada kekurangan dalam sistem pengaturan waktu masuk sekolah. Pihak sekolah harus mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan siswa yang datang terlambat. Jika pihak sekolah tidak dapat mengubah kebijakan ini, maka perlu adanya solusi lain untuk mengatasi situasi yang tidak nyaman ini. Kepala SDN 060951 Medan Labuhan, Lesmono, membenarkan adanya keributan antara orangtua dan pihak sekolah. Ia mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Senin ketika sekolah tengah menggelar upacara bendera. Menurut Lesmono, gerbang sekolah ditutup sekitar pukul 07.17 WIB. Siswa yang datang setelah waktu tersebut diminta menunggu terlebih dahulu sampai upacara selesai agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib. Sekolah yang berada di Jalan Raya KL Yos Sudarso itu menerapkan aturan dengan menutup pagar ketika upacara berlangsung. Akibatnya, siswa yang datang setelah gerbang ditutup harus menunggu di luar hingga upacara selesai. Sejumlah orangtua yang mengantar anak mereka juga ikut berada di sekitar gerbang. Sepeda motor yang diparkir di lokasi membuat kondisi di depan sekolah semakin padat dan sempat mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan Raya Yos Sudarso. “Dikunci pagarnya, tak boleh anak-anak masuk. Dan ini akan mengancam keselamatan anak-anak. Ini di Jalan Raya Yos Sudarso, gara-gara anak-anak terlambat masuk. Ini supaya Dinas Pendidikan menindak kepala sekolah yang tak becus,” keluh seorang orangtua siswa dalam video yang beredar. Kekhawatiran orangtua terutama berkaitan dengan keselamatan siswa selama berada di luar pagar sekolah. Pasalnya, lokasi sekolah berada di tepi jalan raya yang juga dilalui truk dan berbagai kendaraan lainnya. Pihak sekolah harus mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan siswa yang datang terlambat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/news/556071/wali-murid-sd-kesal-anaknya-ditahan-di-luar-gerbang-sekolah-karena-terlambat-kepsek-saya-tak-salah, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *