Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi, mengingatkan industri perbankan untuk memperkuat ketahanan dana murah, seperti tabungan dan giro, di tengah tren mengetatnya likuiditas pasar keuangan. Menurutnya, konsistensi dalam menghimpun dana murah tidak boleh diabaikan demi menjaga stabilitas bisnis bank. “Ketahanan likuiditas adalah non-negotiable,” tegas Hery.
Tren Mengetatnya Likuiditas Pasar Keuangan
Perbanas mengingatkan seluruh industri perbankan tanah air untuk memperkuat ketahanan dana murah, seperti tabungan dan giro (Current Account Savings Account/CASA). Langkah ini dinilai menjadi fondasi utama yang krusial di tengah tren mengetatnya likuiditas pasar keuangan saat ini. Hery Gunardi menekankan bahwa kemampuan bank dalam mengelola arus likuiditas merupakan harga mati yang menentukan daya tahan sebuah lembaga keuangan dalam merespons dinamika pasar ekonomi global maupun domestik.
Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas Perbankan
Menurut Hery, bank yang memiliki struktur dana murah yang kuat akan jauh lebih kompetitif. Pasalnya, biaya dana (cost of fund) yang terjaga rendah dapat menjadi bantalan kuat dari risiko fluktuasi suku bunga tinggi. Selain memperkokoh benteng likuiditas dari sisi pendanaan, Perbanas menilai perbankan nasional perlu merombak strategi di sisi pembiayaan. Skema penyaluran kredit ke depan dituntut untuk bergerak lebih selektif dan memprioritaskan sektor-sektor yang benar-benar produktif.
Mengapa Likuiditas Perbankan Menjadi Prioritas?
Mengapa likuiditas perbankan menjadi prioritas? Hal ini karena likuiditas yang cukup memungkinkan bank untuk menjalankan fungsi intermediasi dengan efektif. Dalam situasi likuiditas yang ketat, bank harus lebih berhati-hati dalam mengelola dana dan kredit. Dampaknya, bank yang memiliki likuiditas yang baik akan lebih mampu menghadapi tantangan ekonomi dan tetap stabil.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Apa artinya ini ke depan? Dengan memperkuat ketahanan dana murah dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola likuiditas, perbankan nasional diharapkan dapat menorehkan pertumbuhan kinerja yang solid hingga akhir tahun. Perbanas optimistis bahwa dengan integrasi manajemen likuiditas yang disiplin, penyaluran kredit yang selektif, serta pengawasan kualitas aset yang ketat, industri perbankan Indonesia tetap mampu bertahan dan tumbuh.
Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh industri perbankan Indonesia masih panjang. Namun, dengan strategi yang tepat dan manajemen yang baik, diharapkan perbankan nasional dapat terus tumbuh dan stabil di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8014998/ikuiditas-perbankan-ketat-ketua-perbanas-tegaskan-dana-murah-jadi-kunci, without altering the facts of the original article.