Fenomena penyandingan nama Ariel Tatum dengan tragedi banjir bandang di Nepal dalam berbagai linimasa berita populer sebenarnya lahir dari dinamika algoritma portal berita dan media daring yang merilis kedua topik tersebut secara bersamaan. Di satu sisi, publik tanah air tengah mengikuti kabar bahagia sekaligus administratif mengenai pengesahan nama baru sang aktris menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di sisi lain, dunia internasional diguncang oleh bencana kemanusiaan berskala besar akibat banjir bandang dan longsor di kawasan perbatasan Nepal-Tibet yang merenggut ratusan jiwa.
Pertemuan kedua topik ini di ruang digital menunjukkan bagaimana rasa empati dan kepedulian kemanusiaan seringkali disandingkan dengan sorotan terhadap figur publik. Ketika media massa mengangkat isu-isu global yang memilukan di samping berita hiburan, kehadiran pesohor dengan pengaruh luas kerap menjadi pengingat agar masyarakat tetap memberikan perhatian pada krisis kemanusiaan dunia, melampaui batas teritorial negara.
penulis:Nuraini