Khamzat Chimaev Didorong Naik Kelas Berat Ringan untuk Berhadapan dengan Paulo Costa
Berita Hari Ini – 22 Agustus 2026 | Khamzat Chimaev, petarung MMA asal Swedia yang sebelumnya meraih ketenaran di kelas menengah, kini sedang dipertimbangkan untuk pindah ke kelas berat ringan. Kamaru Usman, mantan juara kelas welter UFC, mengusulkan agar Chimaev menjajal peruntungannya di kategori 205 pon dan bertarung melawan Paulo Costa.
Chimaev, yang memiliki rekor 15-1 dalam MMA dan 9-1 di UFC, baru-baru ini mengalami kekalahan mengejutkan dari Sean Strickland di UFC 328, di mana ia kehilangan gelar juara middleweight. Usman percaya bahwa Chimaev sebaiknya tidak kembali ke middleweight, yang dikenal dengan berat badan yang sulit dipertahankan, dan sebaliknya, ia harus mengambil langkah berani dengan naik ke kelas berat ringan.
Usman menyatakan di podcastnya, “Pound 4 Pound,” bahwa ada banyak keuntungan yang bisa didapat Chimaev dengan pindah ke kelas berat ringan. “Kenapa tidak bergerak naik? Paulo Costa sudah naik ke kelas tersebut dan terlihat hebat. Itu akan menjadi pertarungan yang sangat menarik,” ujarnya. Usman menyarankan bahwa dengan saat ini, gelar di kelas berat ringan dalam keadaan limbo karena juara saat ini sedang tidak aktif, Chimaev memiliki peluang untuk segera mendapatkan kesempatan berebut gelar.
Di sisi lain, Paulo Costa, yang memiliki rekor 16-4 dalam MMA, telah memperingatkan Chimaev bahwa pertarungan di kelas berat ringan bisa menjadi ide yang buruk baginya, terutama setelah Chimaev mengalami kekalahan. Namun, Usman tetap optimis bahwa pertarungan antara keduanya akan menjadi pertarungan yang seru dan menguntungkan bagi karier Chimaev.
Sementara itu, petarung lain seperti Paddy Pimblett juga berbicara tentang potensi pertarungan di masa depan. Pimblett baru-baru ini mengalahkan Benoit Saint Denis dengan cepat dan mengincar pertarungan besar selanjutnya, termasuk melawan Ilia Topuria atau Arman Tsarukyan. Meski ia tidak ingin menciptakan konflik seperti yang terjadi antara Chimaev dan Strickland, Pimblett menegaskan bahwa ia akan memberikan tantangan berat kepada mereka jika kesempatan itu datang.
Ketika ditanya mengenai insiden yang melibatkan Namo Fazil, yang mengklaim bahwa insiden di hotel saat pekan pertarungan mempengaruhi kinerjanya, Chimaev merespons dengan menyatakan pentingnya menyelesaikan masalah antarpribadi secara langsung tanpa melibatkan media, dan menyerukan persatuan antara komunitas Chechen dan Kurdi.
Chimaev menekankan, “Saya hanya ingin mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi antara dua pria, mereka harus menyelesaikannya sendiri tanpa membiarkan media membuat fitnah antara bangsa.” Pernyataan ini menunjukkan keinginan Chimaev untuk meredakan ketegangan yang lebih besar sambil tetap menjaga sikap tegas terhadap para penantangnya.
Dengan segala dinamika yang terjadi di sekelilingnya, langkah selanjutnya untuk Khamzat Chimaev menjadi sangat menarik untuk ditunggu. Apakah ia akan mengikuti saran Usman dan beralih ke kelas berat ringan? Atau akan ia tetap berjuang di middleweight dan berusaha mendapatkan kembali gelarnya? Hanya waktu yang akan menjawab.