Klinik Korpagama memperkuat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk lansia melalui Sekolah Lansia, sebuah upaya edukasi dan pemberdayaan bagi warga lanjut usia. Program ini dikembangkan oleh BPJS Kesehatan dan telah menjadi program unggulan klinik karena tingginya antusiasme peserta. Wakil Ketua Sekolah Lansia, Suryono Hadi (65), mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan serta interaksi sosial guna menjaga kualitas hidup lansia.
Program Sekolah Lansia: Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia
Program Sekolah Lansia awalnya merupakan kegiatan terbatas, namun kemudian berkembang menjadi program unggulan klinik karena tingginya antusiasme peserta. Saat ini, jumlah peserta Sekolah Lansia mencapai 27 orang, namun keterbatasan fasilitas membuat pihak pengelola belum dapat menambah anggota baru. Suryono Hadi menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan serta interaksi sosial guna menjaga kualitas hidup lansia.
Edukasi dan Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif
Peserta Sekolah Lansia tidak hanya mendapatkan edukasi tentang kesehatan, tetapi juga mendapatkan manfaat dari integrasi layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, termasuk dalam konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, dan kegiatan senam. Suryono Hadi mengungkapkan bahwa sejak bergabung dengan kelompok lansia, para peserta mulai merasakan manfaat dari dukungan BPJS Kesehatan melalui kegiatan senam Prolanis.
Mengapa Program Sekolah Lansia Penting?
Program Sekolah Lansia penting karena lansia memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi untuk menjaga kualitas hidup mereka. Dengan meningkatnya usia, lansia lebih rentan terhadap penyakit kronis dan penurunan kemampuan fisik dan mental. Oleh karena itu, program ini hadir untuk memberikan edukasi, pelayanan kesehatan, dan dukungan sosial yang dibutuhkan oleh lansia.
Dampak Program Sekolah Lansia bagi Lansia
Program Sekolah Lansia memiliki dampak yang signifikan bagi lansia, yaitu meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan adanya program ini, lansia dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, program ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis dan meningkatkan kemampuan fisik dan mental lansia.
Suryono Hadi berharap program Sekolah Lansia dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para anggotanya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal. Dengan adanya program ini, diharapkan lansia dapat hidup lebih sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski telah memiliki dampak yang signifikan, program Sekolah Lansia masih memiliki tantangan yang harus dihadapi. Keterbatasan fasilitas dan sumber daya masih menjadi hambatan dalam pengembangan program ini. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas program ini.