Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifKonsistensi Faisal Ibrahim Surur dalam menerapkan prinsip kepercayaan, atau yang dikenal sebagai “The Speed of Trust”, dipertanyakan setelah ia menggelar acara Refleksi Haji 2026 dan Menyambut Musim Haji 2027 di SwissBell Losari, Makassar. Dalam acara tersebut, Faisal Ibrahim Surur menekankan pentingnya kepercayaan dalam mengelola bisnis haji. Ia juga mengutip pernyataan dari buku “The Speed of Trust” karya Stephen M.R. Covey, yang menyebutkan bahwa kepercayaan adalah salah satu bentuk motivasi dan inspirasi yang luar biasa.
Momen Penentu di Menit Akhir
Faisal Ibrahim Surur, yang juga Ketua Umum Aliansi Silaturahmi Penyelenggara Haji dan Umrah Azhari Indonesia (ASPHURI), mengundang penulis dan keluarga besar untuk hadir dalam forum evaluasi dan motivator tunggal. Acara tersebut juga dihadiri oleh Guru Besar UIN Alauddin Prof.Dr. H.Andi Marjuni, M.Pd., Prof.Dr. H. Firdaus Muhammad, M.Ag., Dr. H.Ashar Tamanggong,M.A., Dr.H. Dimas Mariyono, M.Ag., dan tokoh-tokoh lainnya. Faisal Ibrahim Surur menyampaikan kalimat penegasan bahwa mengelola jasa bisnis Haji dibutuhkan kepercayaan dan satunya diksi dan aksi dalam ekosistem perbuatan.
Menurut Faisal Ibrahim Surur, mengelola bisnis haji yang dibutuhkan adalah kepercayaan dari umat. Ia menekankan bahwa karakter dan kompetensi sangatlah penting dalam membangun kepercayaan. Karakter meliputi integritas, niat dan keinginan seseorang dengan orang lain, sedangkan kompetensi meliputi kemampuan, keterampilan, karya dan rekam jejak seseorang.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:
Faisal Ibrahim Surur mengutip pernyataan seperti yang tertulis di backdroup digital di samping kiri panggung utama acara bertuliskan âSekali Berhaji Bernilaiâ. Ia berkali-kali menyampaikan kalimat penegasan kalau mengelola jasa bisnis Haji dibutuhkan kepercayaan dan satunya diksi dan aksi dalam ekosistem perbuatan. Faisal Ibrahim Surur juga menekankan bahwa perencanaan dan kedisiplinan yang tinggi sangatlah penting dalam mengelola bisnis haji.
Dalam istilah Covey, menanam kepercayaan seperti melakukan deposito uang di bank. Hasil dari deposito uang di bank, berikutnya perlahan-lahan menipis akibat kepercayaan tidak dijaga dengan baik. Demikianlah kepercayaan, semakin tidak dijaga dengan baik, semakin mengalami penurunan drastis.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Konsistensi Faisal Ibrahim Surur dalam menerapkan prinsip kepercayaan sangatlah penting dalam mengelola bisnis haji. Jika ia dapat mempertahankan kepercayaan dari umat, maka ia dapat meningkatkan kualitas layanan haji dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Namun, jika ia gagal mempertahankan kepercayaan, maka ia dapat mengalami penurunan drastis dalam bisnisnya.
Dalam jangka panjang, keberhasilan Faisal Ibrahim Surur dalam menerapkan prinsip kepercayaan dapat mempengaruhi industri haji secara keseluruhan. Jika ia dapat menunjukkan bahwa kepercayaan adalah kunci keberhasilan dalam bisnis haji, maka industri haji dapat meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Faisal Ibrahim Surur masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mempertahankan kepercayaan dari umat. Ia harus terus meningkatkan kualitas layanan haji dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Ia juga harus terus menunjukkan komitmennya dalam menerapkan prinsip kepercayaan dalam bisnis haji.
Dengan demikian, Faisal Ibrahim Surur dapat mempertahankan kepercayaan dari umat dan meningkatkan kualitas layanan haji. Ia juga dapat menunjukkan bahwa kepercayaan adalah kunci keberhasilan dalam bisnis haji dan mempengaruhi industri haji secara keseluruhan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1844025/faisal-ibrahim-surur-konsisten-menjaga-the-speed-of-truts, without altering the facts of the original article.