Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifDi tengah hiruk pikuk aktivitas pemerintahan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memilih mengantar putri bungsunya ke Sekolah Alam Bosowa pada hari pertama tahun ajaran 2026/2027. Bersama istrinya, Melinda Aksa, mereka menunjukkan komitmen untuk menjadi contoh ayah yang peduli dengan pendidikan anak. Momentum ini juga bertepatan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan karakter dimulai sejak anak keluar dari rumah.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelum memasuki kelas, putri bungsu Munafri mencium tangan sang ibu, sebuah pemandangan sederhana namun sarat makna. Menurut Munafri, kehadiran ayah memberi rasa aman dan dukungan saat anak memasuki pengalaman baru. Hal ini sangat penting karena selama ini, urusan sekolah sering dianggap sebagai wilayah ibu, sementara ayah lebih banyak diposisikan sebagai pencari nafkah. Akibatnya, kedekatan emosional ayah dan anak sering kali terabaikan.
Apa yang Terjadi
Pada hari pertama sekolah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan istrinya, Melinda Aksa, mengantar putri bungsu mereka ke Sekolah Alam Bosowa. Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan karakter tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi dimulai dari rumah.
Mengapa dan Dampaknya
Gerakan GAMAS lahir dari kesadaran bahwa pendidikan karakter tidak dimulai ketika guru membuka pelajaran, melainkan sejak anak keluar dari rumah bersama orang tuanya. Keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak terbukti memperkuat kepercayaan diri, disiplin, serta kemampuan sosial anak. Dengan demikian, kehadiran ayah dalam mengantar anak ke sekolah bukan hanya sekadar tradisi, tetapi memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan karakter anak.
Keterlibatan aktif orang tua, terutama ayah, dalam pendidikan anak dapat membentuk generasi yang lebih baik. Melalui gerakan ini, diharapkan semakin banyak ayah yang menyadari pentingnya peran mereka dalam mendampingi anak, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai contoh dan pendukung dalam proses belajar dan tumbuh kembang anak.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Munafri Arifuddin tidak hanya berhenti pada simbolis mengantar anak ke sekolah. Ia berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan karakter di Kota Makassar. Dengan adanya gerakan seperti GAMAS, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Jalan panjang ini membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari semua pihak, terutama orang tua, untuk mewujudkan masa depan gemilang bagi anak-anak Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1844024/mengantar-anak-mengantar-masa-depan, without altering the facts of the original article.