Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifKrisis Air Bersih di Banjarmasin: 2 Wilayah Terdampak Akibat Surutnya Irigasi Riam Kanan
Krisis air bersih melanda Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akibat surutnya irigasi Riam Kanan yang menjadi salah satu sumber air baku bagi warga kota. Dua wilayah, Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan, menjadi daerah yang paling terdampak. Pasokan air bersih ke kedua wilayah tersebut berkurang drastis menyusul menurunnya debit air baku dari irigasi Riam Kanan.
Kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Banjarmasin menyebabkan debit air baku dari irigasi Riam Kanan menurun drastis. Direktur Utama PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, Zulbadi, mengungkapkan bahwa kondisi kemarau tahun ini di luar prediksi. Biasanya, irigasi Riam Kanan tetap bisa diandalkan meski memasuki musim kemarau. Namun, tahun ini debit air baku dari irigasi tersebut mendadak surut drastis, hingga menyentuh level nol dalam dua hari terakhir.
Momen Penentu di Menit Akhir
PAM Bandarmasih langsung mengambil langkah darurat dengan mengalihkan pengambilan air baku ke Intake Sungai Tabuk. Zulbadi melakukan peninjauan sistem produksi di IPA II Pramuka, Sabtu (11/7) malam, untuk memastikan kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat Banjarmasin. Target aman untuk produksi air bersih adalah 5.800 meter kubik per jam. Namun, pihak PAM Bandarmasih baru bisa mengumpulkan separuh dari target tersebut.
Saat ini, PAM Bandarmasih berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kuantitas distribusi ke pelanggan, salah satunya dengan cara memaksimalkan air baku dari Sungai Tabuk. Meski kuantitas mengalami penurunan, pihaknya tetap memastikan kalau kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap dalam kondisi yang layak untuk dikonsumsi.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Krisis air bersih ini memiliki dampak signifikan bagi warga Banjarmasin, terutama di dua wilayah yang terdampak. Zulbadi berharap semoga kondisi ini bisa segera membaik, sehingga PAM Bandarmasih bisa mendapatkan sumber air dari semua sumbernya, dengan kuantitas dan kualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kedepan, PAM Bandarmasih mengandalkan sistem manajemen risiko yang telah diidentifikasi sejak awal untuk mengantisipasi dampak buruk kemarau panjang.
Salah satu ancaman terbesar yang juga diwaspadai adalah melonjaknya kadar garam pada air baku akibat intrusi air laut. Jika kadar garam terpantau melebihi ketentuan atau ambang batas aman yang ditetapkan, PAM Bandarmasih siap mengoperasikan rencana tindak lanjut berupa metode pencampuran (mix) air baku. Air baku yang telah terintrusi rasa asin akan dicampur secara proporsional dengan air tawar untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
PAM Bandarmasih masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan produksi air bersih dan memenuhi kebutuhan warga Banjarmasin. Dengan kerja sama dan upaya maksimal, diharapkan krisis air bersih ini dapat segera teratasi dan warga Banjarmasin dapat menikmati air bersih dengan kualitas yang baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368314/air-baku-dari-irigasi-riam-kanan-surut-pasokan-air-bersih-2-wilayah-di-banjarmasin-terdampak, without altering the facts of the original article.