Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifLowongan kerja di sektor ritel dan jasa di Tanah Laut meningkat, namun jumlah pencari kerja malah menurun. Berdasarkan data resmi pencatatan Kartu Kuning (AK-1), jumlah pencari kerja yang terdaftar menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Mei 2025, tercatat ada 291 pencari kerja, sedangkan pada Mei 2026 jumlahnya turun menjadi 255 orang.
Fakta Penurunan Pencari Kerja
Pada akhir Juni 2026, tercatat penambahan pencaker sebanyak 38 orang, sehingga total pencaker tercatat sebanyak 293 orang. Namun, angka tersebut bukanlah data jumlah pengangguran secara keseluruhan. Data tingkat pengangguran merupakan indikator makro yang diterbitkan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
Data AK-1 hanya menggambarkan masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai pencari kerja di Disnakerind, bukan total pengangguran di daerah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tanah Laut, Ulil Amri Akbar, mengatakan bahwa penurunan jumlah pencari kerja ini menjadi sinyal adanya pergeseran pasar kerja yang mulai lebih dinamis dibanding tahun sebelumnya.
Sektor Ritel dan Jasa yang Menjadi Lokomotif
Sektor perdagangan ritel dan jasa menjadi bidang usaha yang paling aktif menyerap tenaga kerja lokal di Tanah Laut. Pertumbuhan tersebut terlihat dari ekspansi jaringan minimarket modern serta meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di perusahaan ekspedisi. Ekspansi dua perusahaan ritel modern ternama dan berkembangnya perusahaan jasa pengiriman karena meningkatnya belanja online masyarakat, menjadi sektor yang cukup banyak membuka peluang kerja.
MENGAPA & DAMPAK
Mengapa Penurunan Jumlah Pencari Kerja Terjadi?
Menurut Ulil, persepsi masyarakat mengenai mudah atau sulitnya memperoleh pekerjaan sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan kompetensi masing-masing pencari kerja. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi.
Dampak ke Depan
Fokus pemerintah adalah meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal agar peluang kerja yang tersedia, baik di sektor ritel, jasa maupun industri lainnya, dapat diisi semaksimal mungkin oleh warga Tanah Laut. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kalangan warga Tanah Laut berharap program pelatihan keterampilan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) terus diperluas cakupannya dan ditambah kuota kepesertaannya. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan oleh industri dan meningkatkan kesempatan kerja. Pemerintah dan masyarakat harus terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjaga iklim investasi tetap kondusif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368436/lowongan-di-sektor-ritel-dan-jasa-bertambah-pencari-kerja-di-tanahlaut-justru-menurun, without altering the facts of the original article.