Matheus Cunha: Dari Nomor 10 hingga Kejutan Hull City, Bagaimana Performa Baru di Manchester United
Berita Hari Ini – 27 Agustus 2026 | Matheus Cunha, bekas pemain Brasil yang bergabung dengan Manchester United pada musim 2025/26, kini menjadi pusat perhatian setelah memulai musim 2026/27 dengan posisi nomor 10. Meskipun ia mencatatkan dua digit gol pada musim sebelumnya, performa di laga perdana melawan Hull City menunjukkan ketidaksesuaian antara harapan dan realitas.
Perubahan Nomor Punggung dan Posisi
Setelah Marcus Rashford kembali ke klub dan mengambil nomor 9, nomor 10 yang dulu dimiliki Rashford kini menjadi milik Matheus Cunha. Keputusan ini menandai pergeseran taktik di lini depan, di mana Cunha diharapkan menjadi penyerang utama dan pencipta peluang.
Performa di Laga Perdana vs Hull City
Di kandang MKM Stadium, Matheus Cunha dipanggil ke posisi depan, namun tak kunjung menemukan ritme. Pelatih Michael Carrick memutuskan menempatkannya di sisi kanan, sebuah keputusan yang dianggap tidak tepat. Di lapangan, Cunha terlihat mengembara tanpa tujuan, mengabaikan posisi inti yang biasanya menjadi kekuatan Brasil tersebut. Ia gagal menemukan rekan satu tim dengan tiga tembakan silang dan tidak mengeksekusi satu kali dribel saja. Statistik menunjukkan bahwa ia kehilangan 86 persen duel, tidak melakukan tackle atau intersepsi, dan hanya berhasil melewati satu pemain lawan.
Statistik dan Analisis
- Duels lost: 86%
- Tackles: 0
- Interceptions: 0
- Dribbles completed: 1
- Crosses completed: 0
Data ini menegaskan bahwa Cunha belum mampu menyesuaikan diri dengan gaya permainan yang lebih agresif dan terstruktur di Premier League. Penyerang yang biasanya menonjol di posisi penyerang utama kini tampak terpaksa menyesuaikan diri di posisi samping, mengurangi efektivitasnya.
Reaksi dan Kritik
Owen Hargreaves, mantan gelandang United, menilai bahwa klub harus segera menambah opsi penyerang. Ia menyoroti bahwa Matheus Cunha berperan sebagai penyerang 10, namun tidak dapat mengisi peran tersebut secara konsisten. “Sesuai dengan yang terlihat di hari itu, Matheus bermain lebih dalam, sementara sesinya belum memulai, dan itu menunjukkan bahwa kita membutuhkan penyerang tambahan,” ujarnya.
Selain itu, pelatih Carrick mengakui bahwa tim masih membutuhkan “spark” untuk mengubah peluang menjadi gol. Ia menegaskan bahwa performa Matheus Cunha belum memenuhi ekspektasi, namun tetap menghargai potensi yang dimiliki pemain ini.
Dampak pada Strategi Tim
Investasi besar klub di musim panas, termasuk penyerang seperti Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo, tidak menghasilkan hasil yang memuaskan di awal musim. Kegagalan dalam mencetak gol, terutama di laga perdana, menimbulkan tekanan pada manajemen untuk meninjau kembali strategi penyerangan. Penambahan pemain baru di posisi penyerang menjadi prioritas utama, baik melalui transfer maupun promosi pemain muda.
Matheus Cunha, meski masih muda, harus menemukan keseimbangan antara kecepatan dan konsistensi. Jika ia dapat menyesuaikan diri dengan posisi nomor 10 yang lebih terfokus, ia berpotensi menjadi kunci bagi United untuk memulihkan performa di musim ini.
Dengan tekanan dari hasil awal yang buruk, Manchester United harus bertindak cepat untuk mengoptimalkan peran Matheus Cunha dan menambah opsi penyerang. Hanya dengan langkah tersebut klub dapat berharap kembali ke jalur kemenangan di Premier League.