Penghematan Rp 3 Triliun
Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim telah menghemat anggaran sebesar Rp 3 triliun dengan menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa liburan sekolah. Program ini dihentikan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pada periode hari libur.
Apa yang Terjadi
Pada tanggal 17 Juni 2024, BGN menerbitkan SE Nomor 12 Tahun 2024 tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2024. Dengan aturan terbaru ini, seluruh SPPG yang tidak beroperasi selama masa penghentian distribusi MBG juga tidak akan menerima insentif operasional. Sebelumnya, setiap SPPG mendapatkan insentif sebesar Rp 6 juta per hari.
Mengapa dan Dampak
Menurut Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, penghentian sementara program MBG dilakukan untuk menghemat anggaran. “Pada tanggal 17 Juni 2024, BGN menerbitkan SE Nomor 12 Tahun 2024 tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2024,” katanya dalam konferensi pers. “Nah itu dari insentif itu sebesar Rp 3 triliun sekian tadi yang saya sebutkan tadi, untuk penghematannya dengan tidak diberikannya MBG tadi itu untuk selama masa liburan sekolah, jadi insentif yang Rp 6 juta itu kan tidak diberikan.” Langkah ini juga memungkinkan BGN untuk melakukan refocusing pada sekolah yang dinilai mampu. Hingga hari ini, BGN mencatat sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa telah diidentifikasi untuk tidak lagi menerima bantuan program tersebut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kebijakan penghentian sementara program MBG ini diharapkan dapat membantu BGN dalam mengalokasikan anggaran secara lebih efektif. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan program ini ke depan. BGN harus terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan gizi masyarakat.