Minyak jelantah, barang yang biasanya dibuang begitu saja, kini menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat di Cilacap, Jawa Tengah. Bank Sampah Beo Asri, sebuah bank sampah yang dibina oleh Pertamina Cilacap, telah membuat heboh dengan program pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga. Program ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Apa yang Terjadi di Bank Sampah Beo Asri?
Bank Sampah Beo Asri telah menjalankan program pengumpulan minyak jelantah selama tiga tahun terakhir. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, dengan lebih dari 900 orang menjadi anggota bank sampah ini. Setiap bulan, bank sampah ini mampu mengumpulkan sekitar 100 hingga 150 kilogram minyak jelantah. Minyak jelantah ini kemudian dijual dan memberikan tambahan pendapatan bagi warga.
Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, mengunjungi Bank Sampah Beo Asri dan mengapresiasi semangat anggota bank sampah ini. “Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu di sini. Luar biasa, meski sebagian besar sudah lansia, semangatnya tetap muda dan produktif. Ini contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah dan dilakukan oleh siapa saja,” ujarnya.
Mengapa Program Ini Penting?
Program pengumpulan minyak jelantah ini penting karena dapat membantu menjaga kualitas lingkungan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Dengan mengumpulkan minyak jelantah, bank sampah ini dapat mengurangi potensi pencemaran dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. “Masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola minyak jelantah dengan benar. Selain menjaga lingkungan, hasil penjualannya juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga,” ujar Direktur Bank Sampah Beo Asri, Sri Widowati.
Dampak ke Depan
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. “Kami senang melihat ibu-ibu secara sadar dan tekun mengumpulkan minyak jelantah untuk disetorkan ke Bank Sampah Beo Asri. Selain misi penyelamatan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi karena minyak jelantah dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram,” ujar Tina Talisa. Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, juga mengharapkan kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan demikian, program pengumpulan minyak jelantah di Bank Sampah Beo Asri dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk peduli dengan lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola limbah dengan benar.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/adv/1259875/tina-talisa-apresiasi-bank-sampah-binaan-pertamina-cilacap-minyak-jelantah-jadi-sumber-ekonomi, without altering the facts of the original article.