31 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
UMP Purwokerto gelar pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan pasien berkebutuhan khusus. Pelajari lebih lanjut tentang upaya meningkatkan pelayanan kesehatan inklusif!

Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) D4 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bagi mahasiswa sebagai upaya mewujudkan tenaga kesehatan yang inklusif. Pelatihan yang bekerja sama dengan komunitas Batir Isyarat Banjoemas ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi efektif kepada pasien berkebutuhan khusus, khususnya teman tuli. Dengan demikian, pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Momen Penentu di Bidang Kesehatan Inklusif

Pelatihan yang mengusung tema ‘Mewujudkan Mahasiswa TLM D4 UMP sebagai Tenaga Kesehatan Masa Depan yang Inklusif dalam Pelayanan Kesehatan’ ini dilaksanakan di gedung Prof Baedhowi, Kamis (18/6/2026) lalu. Ketua Program Studi TLM D4 UMP, Retno Sulistiyowati, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis tenaga kesehatan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

🔖 Baca juga:
Edukasi: Sampah Jadi Bernilai, Asmo Sulsel Gandeng KT Cokonuri Edukasi Pilah Sampah ke Siswa SMPN 40 Makassar

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan teman tuli sebagai bagian dari upaya menciptakan pelayanan kesehatan yang inklusif. Setiap pasien memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang nyaman, aman, dan mudah diakses,” ungkap Retno.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dalam dunia pelayanan kesehatan, komunikasi menjadi aspek fundamental yang menentukan keberhasilan proses pemeriksaan, diagnosis, hingga edukasi pasien. Namun demikian, hambatan komunikasi masih menjadi tantangan bagi kelompok disabilitas, termasuk penyandang tuli. Kondisi inilah yang mendorong TLM D4 UMP untuk menghadirkan pelatihan bahasa isyarat sebagai bekal kompetensi tambahan bagi mahasiswa.

Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi, Fuad Minan Zuhri, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa tenaga Teknologi Laboratorium Medis akan berhadapan dengan pasien dari berbagai latar belakang dan kondisi. “Kami menyadari bahwa sebagai calon tenaga Teknologi Laboratorium Medis, mahasiswa akan bertemu dengan pasien dari berbagai latar belakang, termasuk teman tuli. Oleh karena itu, Program Studi TLM D4 UMP menghadirkan pelatihan bahasa isyarat sebagai bekal agar mahasiswa mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” jelasnya.

🔖 Baca juga:
Prestasi Gemilang SMAN 14 Bandar Lampung: 100% Siswa Lulus Masuk PTN 2026

Apa Artinya Ini ke Depan?

Fuad menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang masih sangat jarang diterapkan pada pendidikan Teknologi Laboratorium Medis di Indonesia. “Sepengetahuan kami, pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia yang terintegrasi dalam pembelajaran Program Studi Teknologi Laboratorium Medis masih sangat jarang dilakukan, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang pertama di Indonesia. Ini merupakan bentuk komitmen TLM D4 UMP dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi laboratorium, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi inklusif yang dibutuhkan di masa depan,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Batir Isyarat Banjoemas, Aulia Fikra Ayu Laraswati, S.Ds., yang memberikan materi mengenai budaya tuli, etika berinteraksi dengan komunitas tuli, serta praktik langsung penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam situasi pelayanan kesehatan. Aulia mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan oleh Program Studi TLM D4 UMP dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi mahasiswa kesehatan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa TLM D4 UMP dapat menjadi tenaga kesehatan yang lebih inklusif dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk teman tuli. Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya mampu mendengar hasil pemeriksaan, tetapi juga mampu memahami setiap pasien yang dilayani.

🔖 Baca juga:
Bocoran Kunci Jawaban Matematika Kelas 11 Semester 1: Tingkat Lanjut Halaman 83, Mari Mencoba 2.10

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/pendidikan/1259874/pelatihan-bahasa-isyarat-tlm-d4-ump-purwokerto-siapkan-tenaga-kesehatan-inklusif, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *