8 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
MRT Lebak Bulus-Serpong masih misterius, pemerintah tak ingin spekulasi harga tanah ganggu proyek. Apa sebenarnya rute yang dipilih untuk proyek ini?

Apa yang Terjadi?

Proyek perpanjangan MRT Jakarta hingga Tangerang Selatan masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Studi kelayakan ini dilakukan oleh pihak swasta, yakni Sinarmas yang juga adalah pengembang BSD, dengan target rampung akhir tahun. Namun, selesainya studi kelayakan ini bukan berarti pembangunan konstruksinya bisa langsung terlaksana tahun depan. Masih ada serangkaian tahapan yang harus dilalui setelah hasil kajian tersebut keluar. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan bahwa setelah hasil kajian tersebut keluar, pihaknya akan melakukan pembahasan kelembagaan, skema finansial, hingga penyusunan desain teknis yang mendetail. “Hasil kajiannya nanti mereka yang akan meeting dulu dengan kita. Abis kajian masih banyak lembagaan, finansial baru pen-detailz, detail engineering design,” bebera Tuhiyat.

Mengapa dan Dampak

Pemerintah memutuskan untuk tidak membuka informasi rute proyek MRT Lebak Bulus-Serpong kepada publik karena khawatir akan munculnya spekulasi harga tanah. Jika informasi ini diketahui publik sebelum eksekusi proyek, harga tanah seharusnya Rp 1 juta per meter malah naik menjadi Rp 30 juta per meter. Kondisi ini tentu akan membuat biaya awal proyek jadi meroket. “Nanti tanah yang tadinya Rp 1 juta jadi Rp 30 juta. Akhirnya yang dikorbankan masyarakat, yang diuntungkan cuma para makelar saja,” tegas Dudy. Dampak dari proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Tangerang Selatan. Proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan layanan transportasi massal yang lebih luas dan terhubung dengan kawasan penyangga Jakarta. “Tapi kalau Sinarmas lewatnya kan BSD, tujuan akhirnya BSD. Terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya yang penting jangkauannya semakin jauh dan konektivitasnya lebih baik,” terang Dudy.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Proyek perpanjangan MRT Jakarta hingga Tangerang Selatan masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Setelah studi kelayakan selesai, masih ada serangkaian tahapan yang harus dilalui sebelum pembangunan konstruksi dapat dimulai. Pemerintah dan investor harus bekerja sama untuk memastikan bahwa proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Masyarakat juga diharapkan dapat mendukung proyek ini dan memahami bahwa rute yang akan dilalui oleh proyek ini masih dalam tahap kajian dan perencanaan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/infrastruktur/d-8549184/rute-mrt-lebak-bulus-serpong-masih-rahasia-demi-hindari-calo-tanah, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *